Legenda Pantai Enagera di Kaki Gunung Api Ebulobo Flores (1)

Kompas.com - 12/03/2019, 20:32 WIB
Pantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo sangat eksotis saat matahari terbenam. Obyek wisata ini sedang gencar dipromosikan oleh pemuda atau kaum milenial Maupongo dengan memulai Festival Pantai Enagera-Maupongo-Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019). KOMPAS.com/MARKUS MAKURPantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo sangat eksotis saat matahari terbenam. Obyek wisata ini sedang gencar dipromosikan oleh pemuda atau kaum milenial Maupongo dengan memulai Festival Pantai Enagera-Maupongo-Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019).

MAUPONGO, KOMPAS.com — Nama-nama obyek wisata di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur memiliki kisah tersendiri. Obyek wisata itu selalu berkaitan dengan kisah-kisah leluhur yang menghuni pertama di tempat itu.

Salah satu dari ratusan obyek wisata di Pulau Flores yang masih tersembunyi di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo adalah Pantai Enagera.

Pantai Enagera terletak di Desa Wolotelu, Kecamatan Maupongo, Kabupaten Nagekeo belumlah terkenal dibanding dengan obyek wisata di berbagai tempat di bagian utara dan selatan dari Pulau Flores.

Kalangan tertentu atau warga sekitar itu yang hanya mengetahui obyek wisata itu. Bahkan, warga Desa Wolotelu dan Maupongo serta sekitarnya yang sering berwisata di obyek itu berenang dan mandi.

Orang luar atau wisatawan asing belum mengetahui obyek wisata pantai untuk berlibur dan menikmati senja di obyek wisata unik tersebut. Bahkan, anak-anak usia sekolah di Desa Wolotelu menikmati alam dan pantai Enagera ketika senja tiba di ujung barat dari pantai tersebut.

Baca juga: Berkunjung ke Sentra Tenun Sulam Rana Tonjong di Flores Barat

Sesungguhnya, selain obyek wisata Pantai Enagera yang unik karena pasir dan bebatuannya, juga ada kisah unik dan menarik bagi wisatawan asing dan Nusantara untuk menelusuri kawasan yang berada di bawah kaki gunung api Ebulobo Flores.

Inilah legenda asal usul nama pantai Enagera yang berhasil dihimpun Kompas.com, Senin (25/2/2019) malam. Malam itu sebagai orang baru yang ingin meliput obyek wisata dan Festival Pantai Enagera I Nagekeo meminta izin dan restu agar selama peliputan berjalan dengan lancar dan dijaga leluhur setempat.

Baca juga: Kisah Mistis Tiwu Ndeghar Peka, Hanya Ada di Flores Barat

Pemilik ulayat Pantai Enagera sekaligus pewaris leluhur itu, Laurensius Ame, Kornelis Gere dan Mikael Bene kepada Kompas.com, Selasa (26/2/2019), menjelaskan, nama pantai Enagera di selatan dari Kabupaten Nagekeo.

Ena dalam bahasa Keo itu berarti pasir dan Gera itu nama leluhur yang menjaga pantai serta wilayah sekitarnya. Biasanya pewaris menyebutnya Gera Gae. Jadi leluhur itu yang menjaga pantai Ena.

Pantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo sangat eksotis saat matahari terbenam. Obyek wisata ini sedang gencar dipromosikan oleh pemuda Maupongo dengan memulai Festival Pantai Enagera-Maupongo-Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019). KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Pantai Enagera di bagian selatan dari Kabupaten Nagekeo sangat eksotis saat matahari terbenam. Obyek wisata ini sedang gencar dipromosikan oleh pemuda Maupongo dengan memulai Festival Pantai Enagera-Maupongo-Nagekeo, Flores, NTT, Selasa (26/2/2019).
Lalu, nama leluhur itu diabadikan untuk menamai pantai itu menjadi Pantai Enagera. Ribuan tahun lalu sudah memberikan nama pantai itu Pantai Enagera. Karena leluhur menjaga pantai tersebut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X