Kompas.com - 04/04/2019, 17:06 WIB
Foto udara proyek pengembangan pesisir Mandalika yang diusulkan menjadi lokasi balapan sepeda motor MotoGP dengan sirkuit jalan yang dibangun khusus, di Mandalika, selatan Lombok, Sabtu (23/2/2019). Kembalinya MotoGP ke Indonesia setelah lebih dari dua dekade dan menggunakan lokasi di Pulau Lombok diharapkan dapat menghidupkan kembali ekonomi dan pariwisata pulau tersebut yang sempat dilanda gempa bumi dahsyat, 2018 lalu. AFP PHOTO/ARSYAD ALIFoto udara proyek pengembangan pesisir Mandalika yang diusulkan menjadi lokasi balapan sepeda motor MotoGP dengan sirkuit jalan yang dibangun khusus, di Mandalika, selatan Lombok, Sabtu (23/2/2019). Kembalinya MotoGP ke Indonesia setelah lebih dari dua dekade dan menggunakan lokasi di Pulau Lombok diharapkan dapat menghidupkan kembali ekonomi dan pariwisata pulau tersebut yang sempat dilanda gempa bumi dahsyat, 2018 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pascabencana bulan Juli 2018 lalu, pariwisata di Lombok masih lesu. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik tercatat 5.713 wisatawan mancangera yang masuk melalui Bandar Internasional Lombok pada Januari-Februari 2019.

Jumlah tersebut turun 38,14 persen jika dibanding Januari-Februari 2018 dengan jumlah kedatangan wisman, 11.786 orang.

Dari Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asita) pada periode Januari-Februari ini, kunjungan wisatawan domestik juga mengalami penurunan karena imbas kenaikan harga tiket pesawat domestik.

"Untuk periode sekarang, yang paling utama domestik karena domestik itu punya musim kunjungan. Mancanegara itu (musim kunjungan) Juni dan Juli. Penurunan sekarang ini adalah penurunan domestik," kata Ketua DPD Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Barat Dewantoro Umbu Joka, dihubungi KompasTravel, Senin (1/4/2019).

Tingkat Keterisian Kamar Hotel di NTB Masih Rendah

Berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik berimbas pada berbagai sektor pariwisata. Salah satu yang paling terasa adalah industri perhotelan di NTB.

"Untuk tingkat okupansi (daerah) Senggigi masih berkisar 20 persen, Gili sekitar 30 persen, dan kota di bawah 40 persen," kata Ketua Indonesian Hotel Manager Association (IHGMA) Chapter Lombok, Erndanda Agung dihubungi KompasTravel, Kamis (4/4/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keterisian kamar di resor seperti daerah Senggigi dan Tiga Gili diakui Ernanda memang masih lebih rendah dibanding hotel-hotel di kawasan kota seperti Mataram.

Dua hotel di kawasan Kota Mataram, seperti Santika Mataram dan Aston Inn Mataram meski mengalami penurunan tingkat keterisian kamar, masih dapat mencapai di atas 50 persen.

"Untuk Januari tingkat keterisian kamar awal 2019, Januari 61 persen, Februari 66 persen, dan Maret 64 persen. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu sebelum gempa memang jauh," kata GM Secretary & Public Relation Hotel Santika Mataram, Beauty Yuliana Subarja dihubungi KompasTravel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
5 Warna Cat Ini Bisa Bikin Kamar Tidur Lebih Nyaman, Apa Saja?
5 Warna Cat Ini Bisa Bikin...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.