Indonesia-Perancis Jalin Kerja Sama Kembangkan Wisata Bahari

Kompas.com - 04/05/2019, 19:35 WIB
Di Morotai, tersebar lokasi wisata bahari seperti Pulau Kokoya, Pulau Zumzum, Pasir Putih, Tanjung Gorango, serta lokasi-lokasi menyelam dan snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK ADi Morotai, tersebar lokasi wisata bahari seperti Pulau Kokoya, Pulau Zumzum, Pasir Putih, Tanjung Gorango, serta lokasi-lokasi menyelam dan snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut.

KOMPAS.com - Indonesia dan Perancis menjalin kerja sama untuk mengembangkan wisata bahari dengan basis konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan atau “sustainable tourism development”.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, kerja sama tersebut diwujudkan dalam bentuk Forum for International Tourism and the Environment (FITE) 2019.

Baca juga: Ini Pendapat Turis Perancis tentang Nasi Goreng...

Giri mengatakan, melalui FITE ini, Indonesia dan Perancis bersepakat untuk menjaring ide-ide pengembangan wisata bahari berbasis pariwisata berkelanjutan dari para mahasiswa pariwisata.

"Ide mereka kemudian dimantapkan dan dimatangkan dengan kursus singkat yang akan dilaksanakan di Paris, Perancis. Diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi dalam menyampaikan ide-ide untuk mengembangkan pariwisata yang ramah lingkungan di Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

FITE tahun ini mengangkat tema "Can Indonesia's Maritime Identity Support Sustainable Tourism Development?" dan menghadirkan 10 pembicara yang berkompeten di bidangnya.

Selain presentasi dari seluruh pembicara, dalam acara ini 10 Finalis FITE 2019 Student Video Contest juga turut melakukan presentasi di hadapan dewan juri dan tamu undangan.

“Tiga orang Finalis dengan presentasi terbaik akan berkesempatan mengikuti kursus musim panas yang diselenggarakan di Paris,” katanya.

Kursus berlangsung selama dua pekan. Selama di Perancis mereka akan mempelajari tentang warisan budaya, sejarah, dan gastronomi negara itu.

Sejumlah mahasiswa yang menjadi finalis Student Video Contest yakni Muhammad Hafidz Annazly dari STP NHI Bandung, Stevanus Christa Nugraha dari STP NHI Bandung, Yusril Haqqi dari Poltekpar Lombok, Shaula Keumala dari STP NHI Bandung, Rheza Octama dari STP NHI Bandung, Tiffany Septa dari STP Bali, Hegi Kaban Siregar dari Poltekpar Medan, Winda Kusumawati Supandi dari Universitas Udayana, Ratih Yustikasari dari STP NHI Bandung, dan Nur Zaitun dari Poltekpar Makassar. (*)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X