Lemang Wak Leh di Lhokseumawe yang Melegenda

Kompas.com - 23/05/2019, 14:06 WIB
Pedagang lemang dengan merk Wak Saleh menunggu pembeli di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (22/5/2019).KOMPAS.com/MASRIADI Pedagang lemang dengan merk Wak Saleh menunggu pembeli di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (22/5/2019).


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Satu mobil dinas berplat Kabupaten Aceh Tenggara menepi di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (22/5/2019). Apa yang dicari?

Mobil berhenti di depan rak kecil ukuran 1 x 2 meter di depan Kantor Imigrasi, Kota Lhokseumawe yang menjual lemang. Rak penjualan lemang diberi spanduk Wak Saleh, Tumpok Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

“Saya pesan dua bungkus,” kata Samudin, asal Aceh Tenggara, yang sedang pulang ke Lhokseumawe dalam rangka mudik lebaran.

Baca juga: Kampus Jalanan, Ngabuburit Berfaedah Kala Safari Ramadhan di Jogja

Dua pekerja di rak itu pun cekatan. Membungkus lemang yang telah dipotong-potong. Satu porsi berisi lima potong lemang dengan harga Rp 1.000 per potong.

Pedagang lemang dengan merk Wak Saleh menunggu pembeli di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (22/5/2019).KOMPAS.com/MASRIADI Pedagang lemang dengan merk Wak Saleh menunggu pembeli di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (22/5/2019).
Ramadhan memang membuka berkah bagi Wak Leh, legenda lemang di Kota Lhokseumawe.

Samudin membawa sepasang buah hatinya. Mereka terlihat antusias menerima bungkusan lemang.

“Selainya enak. Ketannya original. Tidak dicampur dengan beras biasa. Lembut dan lemaknya pas,” kata Samudin.

Baca juga: Liburan ke Dubai saat Ramadhan, Ini 4 Kuliner Lezat untuk Berbuka

Bagi Samudin, pulang ke Lhokseumawe tak akan komplet jika tak merasakan selai dan lemang yang diracik dari tangan terlatih Wak Leh. “Maka saya pasti membelinya, rasakan nikmatnya,” ungkap Samudin.

Pedagang lemang dengan merk Wak Saleh menunggu pembeli di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (22/5/2019).KOMPAS.com/MASRIADI Pedagang lemang dengan merk Wak Saleh menunggu pembeli di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (22/5/2019).
Dapur memasak lemang Wak Leh persis di belakang rumah mengepul sejak pagi hingga pukul 14.00 WIB. Baru didistribusi ke sejumlah rak kecil sebelum shalat Ashar.

Di dapur itulah disiapkan ratusan bambu berisi ketan. Ukurannya sepanjang satu meter. Usaha itu puluhan tahun lalu telah dirintis Wak Leh. Untuk penjualan diserahkan ke anak dan cucunya.

“Rak kecil begini tersebar di sejumlah titik saat puasa begini. Untuk menandainya asli dari Wak Leh, kami pasang spanduk. Kalau sudah pasang spanduk, konsumen tak akan terkecoh,” kata Muhammad, keturunan Wak Leh.

Dalam sehari, satu rak bisa menjual 40 batang lemang. Muhammad mulai berjualan sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu berbuka puasa. Praktis hanya butuh waktu 2,5 jam dagangan itu akan habis.

Pedagang lemang dengan merk Wak Saleh menunggu pembeli di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (22/5/2019).KOMPAS.com/MASRIADI Pedagang lemang dengan merk Wak Saleh menunggu pembeli di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (22/5/2019).
“Untungnya lumayan besar kalau Ramadhan begini,” kata Muhammad.

Sore makin membungkuk. Muhammad terus melayani pembeli yang datang silih berganti. Merasakan selai dan lemang nan melegenda itu. Jika ke Lhokseumawe, silakan dicoba lemang Wak Leh yang tersohor itu.




Close Ads X