Sekjen APGI: Pendaki Pemula Wajib Menggunakan Pemandu Gunung Bersertifikasi Resmi

Kompas.com - 18/07/2019, 22:09 WIB
Pendaki gunung di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki gunung di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Rahman Mukhlis mengatakan pendaki dengan kategori pemula wajib menggunakan jasa pemandu gunung bersertikasi resmi.

Dengan adanya pemandu gunung bersertifikasi resmi, pendaki pemula bisa lebih terjamin keselamatan dan teredukasi saat mendaki gunung.

"Pendaki pemula wajib menggunakan pemandu gunung bersertifikasi untuk keselamatan dalam pendakian dan mendapat edukasi tentang kegiatan pendakian gunung. Karena peran pemandu profesional bukan cuma penunjuk jalan, tetapi juga ada peran edukasi," kata Rahman kepada KompasTravel, Kamis (18/7).

Menurut Rahman, pemandu gunung bisa mendapatkan edukasi tentang ilmu mendaki gunung dari pemandu gunung yang bersertifikasi. Ia menyebut pendakian gunung merupakan kegiatan yang berisiko dan kini angka kecelakaan pendakian gunung meningkat.

"Kalau sebelum era tahun 2000-an banyak orang naik gunung dari ikut organisasi pencinta alam," tambahnya.

Anggota tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban pendaki Gunung Rinjani asal Makassar, Muhammad Ainul Takzim, di Pelawangan Sembalun, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7/2018). Muhammad diduga meninggal dunia karena tertimpa longsor bebatuan akibat gempa yang melanda Lombok pada Minggu lalu ketika beranjak dari Danau Segara Anak, Gunung Rinjani.ANTARA FOTO/HUMAS SAR MATARAM Anggota tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban pendaki Gunung Rinjani asal Makassar, Muhammad Ainul Takzim, di Pelawangan Sembalun, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7/2018). Muhammad diduga meninggal dunia karena tertimpa longsor bebatuan akibat gempa yang melanda Lombok pada Minggu lalu ketika beranjak dari Danau Segara Anak, Gunung Rinjani.
Rahman menyebut pendaki pemula adalah pendaki dengan pengalaman tiga kali pendakian. Selain itu, pendaki pemula juga adalah pendaki yang tidak terdidik atau terlatih di organisasi pendaki gunung atau pencinta alam.

"Jadi bagi Anda para wisatawan pendaki gunung, kenali dan gunakanlah layanan jasa  pemandu gunung yang profesional dan anggota Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia," tambahnya.

Data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tahun 2015-2019, tercatat peningkatan angka kecelakaan pendaki saat mendaki gunung.

Salah satu jenis kecelakaan yang kerap mengintai pendaki dan berujung kematian adalah hipotermia.

Peristiwa kecelakaan dalam pendakian gunung yang baru-baru ini terjadi seperti dalam kasus tewasnya Thoriq Rizky Maulidan (15) di Gunung Pyramid, Bondowoso, Jawa Timur akibat terjatuh ke lereng gunung yang terjal.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X