KILAS

Promosikan Labuan Bajo, Kemenpar Ajak 10 TA Timor Leste Ikuti Famtrip

Kompas.com - 06/08/2019, 10:09 WIB
Sebanyak 10 TA/TO dan 5 media asal Timor Leste mengikuti famtrip ke Labuan Bajo dan Bali pada 29 Juli-2 Agustus 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Dok. Humas Kementerian PariwisataSebanyak 10 TA/TO dan 5 media asal Timor Leste mengikuti famtrip ke Labuan Bajo dan Bali pada 29 Juli-2 Agustus 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata

KOMPAS.com – Sejumlah Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) dan media asal Timor Leste mengikuti familiarization trip ( famtrip) ke berbagai destinasi wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali, pada 29 Juli-2 Agustus 2019.

Di Labuan Bajo 10 TA/TO dan 5 media itu diajak mengunjungi Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Kanawa, dan Goa Batu Cermin. Mereka juga mengunjungi Pameran Pariwisata Labuan Bajo serta bertemu industri pariwisata dalam acara Travel Dialog.

Sementara itu, di Bali, para peserta mengunjungi Air Terjun Tegenungan, Ubud Monkey Forest, Tirta Empul, dan Jimbaran dengan menggunakan mobil klasik Vw Safari.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata ( Kemenpar) Rizki Handayani menjelaskan, tujuan dari famtrip itu adalah peningkatan jumlah wisatawan asal Timor Leste ke Indonesia.

Baca juga: Jadi Destinasi Super Prioritas, Kemenpar Terus Promosikan Labuan Bajo

“Oleh karena itu, kami memberikan destinasi-destinasi terbaik di Labuan Bajo dan Bali. Terbukti para peserta sangat antusias. Kami berharap impact-nya juga positif buat pariwisata Indonesia,” katanya.

Selain diajak mengenal destinasi wisata, mereka dibekali teknik pembuatan paket wisata. Pasalnya, menurut Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar, Muh. Ricky Fauziyani, para TA/TO belum begitu menguasai pembuatan variasi paket wisata.

“Di sini kami membekalinya. Bahkan kami pertemukan langsung dengan industri pariwisata Labuan Bajo. Harapannnya, mereka mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan paket wisata,” terang Ricky.

Hal senada diutarakan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menurutnya, famtrip menjadi cara efektif untuk mempromosikan destinasi dan menggoda wisatawan mancanegara.

Baca juga: 5 Destinasi untuk Memotret Satwa Liar di Indonesia

“Itulah alasan kami menggandeng TA/TO dalam banyak famtrip. Kami berharap impact positif. Dengan famtrip, paket yang mereka jual akan menjadi lebih berwarna. Ada penguatan karena para travel agent merasakan sendiri keindahan di destinasi,” ucap Menpar.

Arief berharap, hal itu dapat membantu pemenuhan target kunjungan 20 juga wisatawan mancanegara tahun 2019.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X