Kompas.com - 23/09/2019, 09:21 WIB
Wisatawan asing di Gili Air, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/11/2018). KOMPAS.com / SILVITA AGMASARIWisatawan asing di Gili Air, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) membuat banyak turis asing, terutama dari negara-negara Eropa dan Australia, mulai berpikir ulang untuk berwisata ke Bali.

Baca juga: Polemik RKUHP, Kemenpar Sosialisasikan Turis Agar Tetap Berwisata ke Indonesia

Dalam RKUHP, tepatnya pada pasal 417, terdapat aturan yang melarang persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istri dengan sanksi penjara paling lama satu tahun atau denda kategori II.

Baca juga: Mengapa Polemik RKUHP Berdampak pada Pariwisata Indonesia?

Pasal 419 mengatur pasangan belum menikah yang hidup bersama dapat dipenjara paling lama enam bulan atau denda kategori II. Denda tersebut sekitar Rp 50 juta.

Baca juga: Imbas RKUHP, Turis Australia Beralih dari Bali ke Thailand

"Saya mengerti kami tidak bisa berpegangan tangan atau berciuman di pura atau tempat religius lain. Namun, saya tidak ingin khawatir melakukan sesuatu yang normal di kampung halaman, tetapi bisa kena masalah untuk itu. Ya, kami akan mempertimbangkan lagi untuk datang ke Bali," kata turis asal Inggris Rosa Hughes dan pasangannya Jake Rodgers yang menginap di daerah Kuta, Bali, seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Turis lain asal Perth, Australia, Kelly Ann, mengatakan RKUHP tidak akan memengaruhinya.

"Saya percaya mereka yang masuk dalam kategori ini (pasangan belum menikah) tidak akan datang kembali. Kami akan kembali ke Bali, tetapi pasti akan kehilangan beberapa orang," kata Ann.

Baca juga: Turis Australia yang Belum Menikah Batalkan Kunjungan ke Bali, Ada Apa?

Profesor di Melbourne University Tim Lindsey, yang juga menjabat sebagai Director of the Centre for Indonesia Law, Islam and Society mengatakan peraturan mengenai seks di luar nikah akan menciptakan masalah besar bagi orang asing jika itu diberlakukan.

"Apakah wisatawan (asing) harus membawa akta pernikahan saat berkunjung ke Indonesia? Ini juga membuat wisatawan asing rentan diperas. Akan sangat mudah bagi polisi di Bali untuk berkata 'kamu belum menikah, kamu harus bayar'. Itu skenario yang sangat mungkin," kata Lindsey kepada The Sydney Morning Herald.

Desa Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali.DOK INDONESIA.TRAVEL Desa Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali.

Peneliti di International Institute for Strategic Studies, Aaron Conolly di Singapura mengatakan perubahan hukum akan memiliki dampak besar bagi pariwisata Bali dan daerah lain di Indonesia.

Apalagi saat ini pemerintah Jokowi sedang gencar mempromosikan 10 Bali baru untuk mendorong pertumbuhan pariwisata.

"Perwakilan negara Eropa di Jakarta secara privat menginformasikan kepada para anggota DPR mereka akan melakukan pembaruan pada travel warning (peringatan perjalanan) dan akan ada pemberitaan media massa yang buruk. Namun, saran itu tidak dihiraukan," kata Conolly.

"Saya kira para pembuat undang-undang ini tidak mengerti bahwa meskipun undang-undang ini sebagian besar tidak akan diterapkan pada orang asing, mereka tidak paham akan berimbas pada pariwisata," kata Conolly.

Baca juga: Penjelasan Menkumham soal Pasal Kumpul Kebo di RKUHP

Lindsey menambahkan, tentunya tak heran perwakilan negara asing di Indonesia termasuk Australia akan memperbarui travel advice (imbauan perjalanan).

"Ini sangat berisiko dan mereka harus memperingati lebih dari satu juta wisatawan Australia yang bepergian ke sana (Indonesia) setiap tahun," kata Lindsey.

Kawasan Monkey Forest Ubud.Kompas.com/ Ni Luh Made Pertiwi Kawasan Monkey Forest Ubud.

Presiden Joko Widodo pada Jumat (20/9/2019) meminta DPR menunda pengesahan RKUHP yang menuai polemik di masyarakat.

Jokowi sudah memerintahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly untuk menyampaikan sikap pemerintah ini kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Baca juga: Ketua DPR: Pengesahan RKUHP Kita Tunda

"Saya perintahkan Menkumham untuk menyampaikan sikap ini kepada DPR ini. Agar pengesahan RUU KUHP ditunda dan pengesahannya tak dilakukan DPR periode ini," kata Jokowi di Istana Bogor, Jumat (20/9/2019).

Jokowi menyebut permintaan ini karena ia mencermati masukan berbagai kalangan yang berkeberatan dengan sejumlah substasi RKUHP.

"Saya berkesimpulan masih ada materi-materi yang butuh pendalaman lebih lanjut," kata Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Travel Update
Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

Travel Update
Evaluasi PPKM, Anak-anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 1 dan 2

Evaluasi PPKM, Anak-anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 1 dan 2

Travel Update
Hingga 16 Oktober, Penerbangan Internasional ke Bali Masih Belum Ada

Hingga 16 Oktober, Penerbangan Internasional ke Bali Masih Belum Ada

Travel Update
AP I Umumkan Syarat untuk Turis Asing yang Ingin Wisata ke Bali dan Kepri

AP I Umumkan Syarat untuk Turis Asing yang Ingin Wisata ke Bali dan Kepri

Travel Update
Tips dan Panduan Wisata ke Setu Babakan, Jangan Lupa Check-in

Tips dan Panduan Wisata ke Setu Babakan, Jangan Lupa Check-in

Travel Tips
6 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Setu Babakan di Jakarta Selatan

6 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Setu Babakan di Jakarta Selatan

Jalan Jalan
Panduan Wisata ke Pulau Lengkuas Belitung Saat Pandemi Covid-19

Panduan Wisata ke Pulau Lengkuas Belitung Saat Pandemi Covid-19

Jalan Jalan
6 Hal yang Dapat Ditemukan Saat Wisata ke Setu Babakan Jakarta

6 Hal yang Dapat Ditemukan Saat Wisata ke Setu Babakan Jakarta

Jalan Jalan
6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Pontianak, Ada Batu Kecubung dan Kain Tenun

6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Pontianak, Ada Batu Kecubung dan Kain Tenun

Jalan Jalan
Candi Prambanan Tawarkan Paket Pruputan, Bisa Olahraga Pagi di Area Candi

Candi Prambanan Tawarkan Paket Pruputan, Bisa Olahraga Pagi di Area Candi

Travel Update
Jalan-jalan di Kota Solo Kini Bisa Naik Mobil Listrik Wisata

Jalan-jalan di Kota Solo Kini Bisa Naik Mobil Listrik Wisata

Travel Update
Museum Setu Babakan Batasi Kunjungan, Hanya di Lantai 1

Museum Setu Babakan Batasi Kunjungan, Hanya di Lantai 1

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.