Ini Alasan Aroma Barbeque Bikin Nafsu Makan Meningkat

Kompas.com - 02/10/2019, 06:05 WIB
Berbagai kuliner Indonesia tersaji di area Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta, Minggu (31/12/2017) malam. Kuliner-kuliner Indonesia itu turut meramaikan perayaan tahun baru Presiden Joko Widodo di Gedung Agung Yogyakarta. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOBerbagai kuliner Indonesia tersaji di area Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta, Minggu (31/12/2017) malam. Kuliner-kuliner Indonesia itu turut meramaikan perayaan tahun baru Presiden Joko Widodo di Gedung Agung Yogyakarta.

Antara bau atau rasa, asap telah memiliki rekam panjang dalam sejarah. Asap pernah digunakan untuk membunuh bakteri yang berpotensi mematikan dan untuk mengawetkan makanan. Masa kini, asap makanan menjadi sebuah ilmu untuk pada juru masak masa depan.

Sekolah-sekolah kuliner terbaik mengajarkan para siswa cara mengasapi berbagai makanan, mulai dari daging yang keras hingga sup yang lembut.

"Saya takut jika anak-anak belajar membuat video saja, mereka tidak akan belajar dasar-dasarnya," kata Theo Roe, yang mengajar palungan garde (makanan dingin, termasuk charcuterie) di CIA.

Baca juga: Sate Kempleng hingga Tahu Bakso, Kuliner Khas di Rest Area Semarang

Dia mengatakan dia sangat terkejut bahwa siswa tampaknya tidak terlalu tertarik dengan sous vide yang trendi, di mana makanan yang disegel dalam kantong plastik perlahan-lahan direbus di bawah suhu yang terkendali ketat.

Sebagai gantinya, mereka lebih tertarik dengan makanan rumahan yang dipanggang diperapian rumah kakeknya.

Di restoran Washington Del Campo, koki Victor Albisu menunjukkan seberapa jauh asap telah muncul. Menggambar pada masakan Peru yang dia konsumsi semasa mudanya, dia akan mengasapi sirup sederhana untuk koktail dan es krim untuk hidangan penutup.

"Kami memperlakukan asap sama pentingnya dengan garam atau bawang putih atau bawang. Itu hanya bahan tambahan lain. Tanpanya, makanan selalu terasa sedikit kosong bagiku. Aku percaya pada asap sebagai komponen rasa,” tambahnya.

Albisu kemudian mengutarakan beberapa saat, mengomentari daya tarik asap, dari perannya dalam menyatukan orang-orang di sekitar api panggangan hingga kemampuannya menangkal pemangsa pada saat berkemah di luar ruangan.

"Saya hanya berpikir, ada hubungan anatara manusia dan asap," ucap Albisu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X