Wisata ke Yogya, Mampir ke Kulon Progo untuk Menoreh Art Festival 2019

Kompas.com - 13/10/2019, 21:00 WIB
Para penari asal suku Dayak menggebrak pembukaan Menoreh Art Festival 2018 dengan Tari Hudoq dari Kalimantan Timur, Minggu (7/10/2018). Kehadiran Hudoq dilatari musik khasnya membangkitkan suasana festival jadi terkesan mistis dan sakral. MAF 2018 sendiri merupakan festival budaya dalam menyambut HUT ke-67 Kabupaten Kulon Progo. Seniman dari berbagai daerah hadir memeriahkan pembukaan ini. KOMPAS.com/DANI JPara penari asal suku Dayak menggebrak pembukaan Menoreh Art Festival 2018 dengan Tari Hudoq dari Kalimantan Timur, Minggu (7/10/2018). Kehadiran Hudoq dilatari musik khasnya membangkitkan suasana festival jadi terkesan mistis dan sakral. MAF 2018 sendiri merupakan festival budaya dalam menyambut HUT ke-67 Kabupaten Kulon Progo. Seniman dari berbagai daerah hadir memeriahkan pembukaan ini.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Festival kebudayaan kembali menyemarakkan atmosfer Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hajatan tahunan dengan nama Menoreh Art Festival 2019 (MAF) berlangsung selama 9 hari sejak hari ini, 12 Oktober 2019, sampai 20 Oktober 2019.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak pertunjukkan seni dan budaya yang berbeda-beda setiap hari sepanjang lebih sepekan ke depan. Di antaranya atraksi tari, musik daerah, parade karnival hingga pertandingan olahraga  tradisional.

Semua berlangsung di Alun-alun Kota Wates, Kulon Progo. Pemerintah menggelar ini untuk memperingati Hari Jadi ke-68 Kulon Progo.

"Keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan betapa luar biasa kaya budaya kita. Mari kita dukung dan berpartisipasi di dalamnya," kata Plt Bupati Kulon Progo, Sutedjo saat membuka final pertandingan Nglarak Blarak di Alun-alun Wates, Sabtu (12/10/2019).

Festival kebudayaan mendorong seluruh potensi seni dan budaya Kulon Progo muncul, mempertontonkan kemampuannya, dan menyedot penonton.

Baca juga: Segarnya Air Terjun Kedung Pedut, Pemandian Alami di Kulon Progo

Diawali dengan pertandingan Ngalarak Blarak yang digelar di alun-alun. Ini pertandingan olahraga khas dan hanya ada di Kulon Progo saja. 

Pertandingan ini dulunya hanyalah permainan anak-anak dan pemuda desa menggunakan blarak (dahan kelapa yang masih berjanur) di kampung penderes nira kelapa di perbukitan Menoreh. 

Pemerintah mengemasnya menjadi sebuah pertandingan. Jadilah sekarang Nglarak Blarak sebagai lomba pacuan manusia menggunakan dahan pohon kelapa. 

Pemerintah mengangkatnya menjadi olahraga tradisional Kulon Progo. Olahraga ini pun naik daun dalam 3 tahun belakangan.

"Awalnya (MAF 2019) adalah final Nglarak Blarak, selanjutnya macam-macam kegiatan," kata Joko Mursito, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulon Progo, sebelumnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X