Uniknya Sate Maranggi Cianjur, Dimakan Bersama Ketan dan Nasi Kuning

Kompas.com - 14/10/2019, 12:49 WIB
Sate Maranggi Ma Nunung salah satu kuliner khas Cianjur yang menghidangkan sate dengan nasu uduk atau ketan bakar. KOMPAS.com / Gabriella WijayaSate Maranggi Ma Nunung salah satu kuliner khas Cianjur yang menghidangkan sate dengan nasu uduk atau ketan bakar.


CIANJUR, KOMPAS.com - Sate biasanya dihidangankan dengan nasi putih atau lontong. Berbeda dengan sate-sate daerah lain, orang Cianjur punya cara sendiri untuk menikmati sate sapi.

Sate yang kerap disebut sate maranggi ini dihidangkan bersama ketan dan nasi uduk. Salah satu penjual sate maranggi yang berada di Cianjur adalah Sate Maranggi Ma Nunung.

Baca juga: BJ Habibie, Sate Maranggi dan Cerita Kuliner Indonesia Favoritnya...

Sate ini berlokasi di Jalan K. H. Ashari Nomor 13, Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Warung sate ini sudah ada sejak tahun 1981.

"Sudah dari tahun 1981, ini yang jual dan yang melayani cucu-cucu dari Ma Nunung," jelas Sandi, cucu dari Ma Nunung saat ditemui di warung sate maranggi Ma Nunung, Cianjur, Selasa (8/10/2019).

Warung sate yang sudah melewati tiga generasi ini masih menjadi destinasi kuliner bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar kota Cianjur seperti Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.

Uniknya, sate ini menggunakan daging sapi sebagai bahan dasar. Agak susah menemukan sate sapi di Jakarta. Jadi kalau kamu dari Jakarta, wajib mencoba sate ini saat mampir ke Cianjur

Sate Maranggi Ma Nunung salah satu kuliner khas Cianjur yang menghidangkan sate dengan nasu uduk atau ketan bakar.Kompas.com / gabriella wijaya Sate Maranggi Ma Nunung salah satu kuliner khas Cianjur yang menghidangkan sate dengan nasu uduk atau ketan bakar.

Daging sapi diiris kotak-kotak dengan ukuran kecil lalu dibumbui dengan cuka, kecap, dan ketumbar. Sate yang telah dibumbui lalu dibakar di atas bakaran yang berada di depan warung.

Baca juga: Sate Maranggi Legendaris di Cianjur Ini Terjual 3.000 Tusuk Setiap Hari, Ini Rahasianya...

Pelanggan yang datang dapat melihat proses membakar sate. Bukan hanya sate yang dibakar, tetapi juga ketan. Ketan disajikan sebagai pengganti nasi atau lontong.

Rasa yang dihadirkan dari sate sangat nikmat. Perpaduan dari rasa ketumbar yang begitu mendominan dan kecap manis, menjadikan sate ini memiliki cita rasa manis dan gurih.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X