Sejarah Pulau Penyengat, Pulau Hadiah Pernikahan sampai Pusat Pertahanan

Kompas.com - 02/12/2019, 20:06 WIB
Benteng Bukit Kursi memiliki bentuk benteng yang seperti parit dibangun oleh Raja Haji Fisabililah dan pasukannya mempertahankan diri kala berperang melawan VOC Belanda. Hingga kini batuan yang menyusun benteng tersebut masih kuat dan utuh Benteng Bukit Kursi memiliki bentuk benteng yang seperti parit dibangun oleh Raja Haji Fisabililah dan pasukannya mempertahankan diri kala berperang melawan VOC Belanda. Hingga kini batuan yang menyusun benteng tersebut masih kuat dan utuh

Namun sebelumnya, ayah dari Engku Puteri Raja Hamidah yakni Raja Haji Fisabililah telah menjadikan pulau ini sebagai pusat pertahanan pasukannya saat berperang melawan Belanda.

Di pulau yang ternyata sangat strategis ini, Raja Haji Fisabililah mendirikan pertahanan yang bekasnya masih tersisa hingga kini.

“Benteng Bukit Kursi ini peninggalan perang Raja Haji Fisabililah. Mereka membangun benteng yang unik, yaitu turun ke bawah. Dengan beragam strategi, pasukan Raja Haji Fisabililah bisa memenangkan pertarungan melawan Belanda,” jelas Syaiful, salah satu interpreter pemandu wisata di Pulau Penyengat.

Di Benteng Bukit Kursi ini selain bentuk benteng yang masih utuh memanjang dengan susunan batuan yang unik juga ada beberapa meriam yang tersisa.

Perjuangan Raja Haji Fisabililah pun berakhir kala dirinya tewas di Teluk Ketapang, Malaysia pada 1784.

Pulau Penyengat memiliki peran penting dalam jatuh bangunnya Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang. Terutama pada awal perebutan tahta Kesultanan Johor kala Raja Kecil melawan saudaranya, Tengku Sulaiman.

Saat itu Tengku Sulaiman dibantu oleh lima orang bangsawan Bugis, Daeng Perani, Daeng Marewah, Daeng Chelak, Daeng Kemasi, dan Daeng Menambun.

“Dari persekutuan mereka ini mulai muncul hubungan kuat antara Melayu-Bugis yang terus berlanjut hingga akhir masa kerajaan. Banyak bangsawan Melayu yang menikah dengan bangsawan Bugis dan menghasilkan keturunan Melayu-Bugis,” jelas Raja Farul atau yang akrab disapa Farul, salah satu interpreter kami dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Penyengat.

Kehidupan masyarakat pun berlangsung semakin ramai di Pulau Penyengat hingga akhirnya Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang menemukan titik akhir.

Saat terjadi perang saudara kembali antara keturunan Sultan Mahmud dan Engku Puteri Raja Hamidah yaitu Tengku Abdurrahman dan Tengku Husein.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Hoaks Virus Corona di Singapura, Buat Masyarakat dan Turis Panik

Banyak Hoaks Virus Corona di Singapura, Buat Masyarakat dan Turis Panik

Whats Hot
4 Wisata di Swiss, Lokasi Syuting Crash Landing on You

4 Wisata di Swiss, Lokasi Syuting Crash Landing on You

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Wisatawan Nusantara di Lombok Melejit Sampai 70 Persen

Dampak Virus Corona, Wisatawan Nusantara di Lombok Melejit Sampai 70 Persen

Whats Hot
Doyan Makan Ikan? Coba Restoran Sashimi All You Can Eat di Tokyo

Doyan Makan Ikan? Coba Restoran Sashimi All You Can Eat di Tokyo

Promo Diskon
Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan hingga 30 Persen akibat Virus Corona

Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan hingga 30 Persen akibat Virus Corona

Whats Hot
Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Whats Hot
Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X