Kebakaran Hutan di Australia Berimbas Buruk pada Industri Pariwisata

Kompas.com - 14/01/2020, 21:03 WIB
Asap membubung ke udara akibat kebakaran hutan di Bairnsdale, Victoria, Australia, Senin (30/12/2019), gambar didapat dari media sosial. Kebakaran hutan hebat yang melanda sejumlah negara bagian di Australia dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang, dengan lebih dari 2.000 rumah hancur dan membunuh sekitar 500 juta hewan liar. ANTARA FOTO/GLEN MOREY/via REUTEAsap membubung ke udara akibat kebakaran hutan di Bairnsdale, Victoria, Australia, Senin (30/12/2019), gambar didapat dari media sosial. Kebakaran hutan hebat yang melanda sejumlah negara bagian di Australia dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang, dengan lebih dari 2.000 rumah hancur dan membunuh sekitar 500 juta hewan liar.


KOMPAS.com – Kebakaran hutan di Australia berdampak pada industri pariwisata di sana. Dilansir dari Reuters, pihak berwenang terpaksa membatalkan konser-konser, menutup taman, dan mengevakuasi kota.

Asap kebakaran telah menyelubungi kota dan membuat kualitas udara berada di titik yang tidak sehat, menyebabkan korban, dan menghancurkan koloni binatang.

“Melihat semua hal tentang kebakaran di televisi dan media sosial tidak akan membantu, itu malah merusak reputasi Australia sebagai destinasi pariwisata yang aman,” jelas Shane Oliver, chief economist AMP Capital seperti dilansir dari Reuters.

Kebakaran hutan telah terjadi selama berminggu-minggu di dekat situs warisan budaya dunia Blue Mountains yang berada di barat Sydney, New South Wales. 

Baca juga: Kebakaran Hutan di Australia, Simak Lokasi Wisata yang Terkena Dampak

Banyak pengunjung yang membuat peringatan di media sosial agar tidak mendekati area tersebut. Hal itu mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan dari sekitar 15-20 orang per hari hingga hanya menjadi empat per hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Stacey Reynolds, seorang resepsionis di Blue Mountains Backpacker Hostel di Katoomba.

“Mereka bilang pada orang-orang untuk tidak datang dan itu berefek pada banyak hal. Mulai dari restoran, motel, backpacker, hingga kafe. Jalanan terlihat kosong,” ujar Reynolds.

Menurut Chief Executive Accommodation Association of Australia Dean Long, Hotel di Sydney sendiri mengalami penurunan sekitar 10 persen jumlah tamu di bulan Desember.

Three Sisters, tiga pilar batu di kawasan Taman Nasional Blue Mountain, Katoomba, New South Wales, Australia. Ketiga pilar batu itu berdiri di sisi lembah Jamison yang konon kedalamannya mencapai satu kilometer.KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Three Sisters, tiga pilar batu di kawasan Taman Nasional Blue Mountain, Katoomba, New South Wales, Australia. Ketiga pilar batu itu berdiri di sisi lembah Jamison yang konon kedalamannya mencapai satu kilometer.

“Kebakaran dan asap membuat kerusakan untuk brand dan reputasi di Sydney,” ujar Dean seperti dilansir dari Reuters.

Jaringan kereta dan kabel di Scenic World yang terletak di Blue Mountains sendiri mengalami penurunan pengunjung. Jumlah pengunjung mereka berkurang sekitar 50.000 pada bulan Desember kemarin, menurun sekitar 50 persen dari tahun lalu.

Menurut Chief Experience Officer Sceninc World Amanda Byrne seperti dilansir dari Reuters, Scenic World tetap buka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Ciletuh Geopark Run, Siap-siap Eksplorasi Sunset Pantai Palangpang

Ada Ciletuh Geopark Run, Siap-siap Eksplorasi Sunset Pantai Palangpang

Jalan Jalan
Mencicipi Soto Betawi Haji Ma'ruf, Soto Betawi dengan Kuah Susu Pertama

Mencicipi Soto Betawi Haji Ma'ruf, Soto Betawi dengan Kuah Susu Pertama

Makan Makan
Tokyo Disneyland Tutup Sementara, Bagaimana Tiket yang Sudah Terbeli?

Tokyo Disneyland Tutup Sementara, Bagaimana Tiket yang Sudah Terbeli?

Whats Hot
Universal Studios Japan, Tokyo Disneyland, DisneySea Tutup karena Virus Corona

Universal Studios Japan, Tokyo Disneyland, DisneySea Tutup karena Virus Corona

Whats Hot
Jepang Membarui Pembatasan untuk Wisatawan Terkait Virus Corona

Jepang Membarui Pembatasan untuk Wisatawan Terkait Virus Corona

Whats Hot
Wabah Virus Corona, Banyak Wisatawan Pilih Bali Ketimbang Eropa

Wabah Virus Corona, Banyak Wisatawan Pilih Bali Ketimbang Eropa

Whats Hot
17 Roti Favorit di BreadTalk, Mana yang Kamu Suka?

17 Roti Favorit di BreadTalk, Mana yang Kamu Suka?

Makan Makan
Nostalgia Tiga Generasi di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Berdiri Sejak 1940

Nostalgia Tiga Generasi di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Berdiri Sejak 1940

Makan Makan
Soto Betawi Haji Ma'ruf, Kuliner Legendaris Jakarta Langganan Para Pejabat

Soto Betawi Haji Ma'ruf, Kuliner Legendaris Jakarta Langganan Para Pejabat

Makan Makan
Krui, Destinasi Wisata Jagoan Lampung dengan Segudang Potensi

Krui, Destinasi Wisata Jagoan Lampung dengan Segudang Potensi

Whats Hot
Visa Umrah Dihentikan Sementara, Travel Agent Cari Cara Pulangkan Jemaah

Visa Umrah Dihentikan Sementara, Travel Agent Cari Cara Pulangkan Jemaah

Whats Hot
Mau Tahu Tempat Wisata Menarik di Lampung? Ikut Krakatau Geopark Run

Mau Tahu Tempat Wisata Menarik di Lampung? Ikut Krakatau Geopark Run

Whats Hot
Bisnis Minuman Gibran Punya Varian Batu Bara, Seperti Apa Rasanya?

Bisnis Minuman Gibran Punya Varian Batu Bara, Seperti Apa Rasanya?

Makan Makan
Viral Foto Es Kopi Susu Campur Kecap Bango, Dijual di Kedai Kopi

Viral Foto Es Kopi Susu Campur Kecap Bango, Dijual di Kedai Kopi

Makan Makan
[POPULER TRAVEL] Bisnis Kuliner Gibran dan Kaesang | Makanan saat Musim Hujan

[POPULER TRAVEL] Bisnis Kuliner Gibran dan Kaesang | Makanan saat Musim Hujan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X