Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebakaran Hutan di Australia Berimbas Buruk pada Industri Pariwisata

Kompas.com - 14/01/2020, 21:03 WIB
Syifa Nuri Khairunnisa,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

Sumber Reuters


KOMPAS.com – Kebakaran hutan di Australia berdampak pada industri pariwisata di sana. Dilansir dari Reuters, pihak berwenang terpaksa membatalkan konser-konser, menutup taman, dan mengevakuasi kota.

Asap kebakaran telah menyelubungi kota dan membuat kualitas udara berada di titik yang tidak sehat, menyebabkan korban, dan menghancurkan koloni binatang.

“Melihat semua hal tentang kebakaran di televisi dan media sosial tidak akan membantu, itu malah merusak reputasi Australia sebagai destinasi pariwisata yang aman,” jelas Shane Oliver, chief economist AMP Capital seperti dilansir dari Reuters.

Kebakaran hutan telah terjadi selama berminggu-minggu di dekat situs warisan budaya dunia Blue Mountains yang berada di barat Sydney, New South Wales. 

Baca juga: Kebakaran Hutan di Australia, Simak Lokasi Wisata yang Terkena Dampak

Banyak pengunjung yang membuat peringatan di media sosial agar tidak mendekati area tersebut. Hal itu mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan dari sekitar 15-20 orang per hari hingga hanya menjadi empat per hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Stacey Reynolds, seorang resepsionis di Blue Mountains Backpacker Hostel di Katoomba.

“Mereka bilang pada orang-orang untuk tidak datang dan itu berefek pada banyak hal. Mulai dari restoran, motel, backpacker, hingga kafe. Jalanan terlihat kosong,” ujar Reynolds.

Menurut Chief Executive Accommodation Association of Australia Dean Long, Hotel di Sydney sendiri mengalami penurunan sekitar 10 persen jumlah tamu di bulan Desember.

Three Sisters, tiga pilar batu di kawasan Taman Nasional Blue Mountain, Katoomba, New South Wales, Australia. Ketiga pilar batu itu berdiri di sisi lembah Jamison yang konon kedalamannya mencapai satu kilometer.KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Three Sisters, tiga pilar batu di kawasan Taman Nasional Blue Mountain, Katoomba, New South Wales, Australia. Ketiga pilar batu itu berdiri di sisi lembah Jamison yang konon kedalamannya mencapai satu kilometer.

“Kebakaran dan asap membuat kerusakan untuk brand dan reputasi di Sydney,” ujar Dean seperti dilansir dari Reuters.

Jaringan kereta dan kabel di Scenic World yang terletak di Blue Mountains sendiri mengalami penurunan pengunjung. Jumlah pengunjung mereka berkurang sekitar 50.000 pada bulan Desember kemarin, menurun sekitar 50 persen dari tahun lalu.

Menurut Chief Experience Officer Sceninc World Amanda Byrne seperti dilansir dari Reuters, Scenic World tetap buka.

Namun, hotel yang berada di sekitar area sana mengalami pembatalan lebih banyak dibanding pemesanan.

Temperatur yang sangat tinggi dan kebakaran hutan juga telah menghanguskan ladang anggur di Australia Selatan. Kejadian itu juga mengakibatkan suhu hangat di negara bagian Tasmania yang biasanya bersuhu dingin.

Baca juga: Menikmati Sunset Pantai Australia di Atas Unta

Judith Mair, profesor di University of Queensland Business School mengungkapkan bahwa kebakaran ini akan berakibat cukup buruk pada sektor pariwisata.

“Akan terjadi dalam beberapa tahapan. Pertama dengan evakuasi, dislokasi, dan pembatalan. Untuk jangka panjang juga akan berakibat buruk, karena wisatawan membeli liburan berdasarkan citra dari destinasi. Australia saat ini tengah terkena efek yang cukup buruk,” jelas Judith Mair yang mempelajari bidang pariwisata, lingkungan, dan perilaku konsumen.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com