Kompas.com - 12/04/2020, 16:09 WIB

KOMPAS.com – Warga asing di China yang langgar aturan karantina virus corona yang berlaku di negara tersebut terancam kehilangan visa mereka. Mereka akan dideportasi dan dilarang kembali ke China hingga 10 tahun.

Baca juga: Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Dilansir dari South China Morning Post, hal tersebut diungkapkan oleh otoritas Beijing pada Jumat (10/4/2020) dalam rangka menghentikan risiko infeksi impor atau infeksi corona yang berasal dari orang asing yang memasuki China dan membawa virus tersebut dalam diri mereka.

Peringatan tersebut yang berasal dari National Immigration Administration, muncul karena jumlah kasus corona yang terkonfirmasi melibatkan wisatawan yang baru pulang dari luar negeri.

Mereka bertanggung jawab terhadap jumlah infeksi baru yang terus meningkat selama satu minggu terakhir.

Para petugas medis dari Provinsi Jilin menangis memeluk rekan yang bersama-sama selama menangani pasien corona, dalam sebuah acara perpisahan di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut.AFP/HECTOR RETAMAL Para petugas medis dari Provinsi Jilin menangis memeluk rekan yang bersama-sama selama menangani pasien corona, dalam sebuah acara perpisahan di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut.

Dalam pernyataan agensi tersebut dalam suatu situs resmi, masyarakat China terancam akan menghadapi denda dan penahanan karena menolak pemeriksaan suhu tubuh atau meremehkan aturan isolasi.

Hal yang sama berlaku pada para pelanggar karantina dari negara lain yang juga akan diadili dengan hukum China yang berlaku.

Hukuman bagi warga asing di China yang melanggar aturan

Bersamaan dengan hukum dan aturan yang relevan, mengungkapkan bahwa otoritas keamanan publik akan menentukan bagaimana para pelanggar yang merupakan warga asing akan dihukum.

Dengan hukuman berkisar antara pembatalan visa, hingga perintah untuk keluar dari China dalam waktu yang sudah ditentukan, dan repatriasi atau deportasi.

Mereka yang sudah dikeluarkan dari China tidak diperkenankan untuk memasuki kembali negara tersebut dalam waktu 12 bulan hingga 10 tahun.

“Virus ini tidak mengenal perbatasan negara. Semua orang di dunia harus mengambil peran untuk melawan epidemik ini,” dalam pernyataan resmi tersebut.

Seorang penumpang mengenakan pakaian pelindung diri melintas di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut.AFP/HECTOR RETAMAL Seorang penumpang mengenakan pakaian pelindung diri melintas di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut.

China melaporkan 46 kasus baru pada Jumat (10/4/2020). 42 di antaranya merupakan kasus impor yang berasal dari warga yang baru kembali dari luar China, menurut Komisi Kesehatan Nasional China.

Jumlah kasus infeksi baru ini meningkat ke jumlah tertinggi yaitu 63 kasus pada Rabu (8/4/2020), di mana 61 di antaranya adalah kasus impor.

Selama satu bulan terakhir, China telah memperketat pengawasan di berbagai titik masuk terutama di sekitar Beijing, dengan melakukan pelarangan terbang pada sebagian besar penerbangan internasional.

Pada 28 Maret 2020 lalu, pemerintah China memberlakukan larangan bagi semua orang asing yang akan memasuki China, termasuk mereka yang memiliki visa dan izin tinggal.

Beberapa hari kemudian, mereka mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan meminta diplomat asing untuk tidak kembali ke China sebelum 15 Mei 2020 mendatang.

Hal itu karena jumlah infeksi corona yang terjadi di kalangan para diplomat belum diketahui jumlah pastinya.

Ilustrasi warga China mengenakan masker di tengah wabah virus corona (Covid-19). SHUTTERSTOCK/IHOR SULYATYTSKYY Ilustrasi warga China mengenakan masker di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Pada minggu ini, Mi Feng, juru bicara untuk Komisi Kesehatan Nasional, dan juga Liu Haitao, direktur dari departemen pemeriksaan perbatasan di National Imigration Administration mengatakan bahwa China akan menutup akses masuk bagi para pengunjung dari semua titik masuk di sepanjang perbatasan darat China sepanjang 22.000 kilometer.

Sudah ada beberapa laporan mengenai warga asing yang meremehkan aturan karantina China yang ketat.

Tiga orang di antara warga asing yang dilaporkan tersebut disebutkan keluar dari antrean pemeriksaan virus corona pada bulan ini di kota Qingdao yang berada di bagian pesisir timur China.

Sumber informasi Partai Komunis, People’s Daily mengumumkan hal itu dan mengatakan bahwa warga asing tidak seharusnya menikmati ‘pelayanan khusus’.

Akhir bulan lalu, otoritas di Bandara Internasional Beijing menolak akses masuk terhadap empat warga asing yang tidak menaati regulasi lokal.

Orang-orang mengenakan masker sampai di Stasiun Kereta Hankou, Wuhan, untuk menumpang kereta pertama setelah pemerintah mencabut lockdown guna menangkal virus corona pada 8 April 2020. Sudah 76 hari warga ibu kota Hubei tersebut dikarantina demi mencegah penyebaran wabah.AFP/NOEL CELIS Orang-orang mengenakan masker sampai di Stasiun Kereta Hankou, Wuhan, untuk menumpang kereta pertama setelah pemerintah mencabut lockdown guna menangkal virus corona pada 8 April 2020. Sudah 76 hari warga ibu kota Hubei tersebut dikarantina demi mencegah penyebaran wabah.

Sementara polisi di Guangzhou pada minggu lalu membuka investigasi kriminal tentang pasien corona asal Nigeria yang dituduh menganiaya perawat yang melarang ia untuk pergi dari rumah sakit.

Dengan pandemi corona yang semakin meluas di dunia, banyak warga China yang mengeluh soal meningkatnya serangan dan hinaan bernada rasisme dan xenophobia di negara bagian barat.

Dengan Beijing yang berusaha untuk menghentikan meningkatnya kasus impor, ada ketakutan bahwa diskriminasi serupa akan terjadi pada orang-orang asing yang tinggal dan bekerja di China.

Dalam beberapa minggu terakhir, telah terdapat laporan soal diplomat asing, orang-orang bisnis, dan murid yang tidak diberi pelayanan di restoran dan bar di Beijing dan beberapa kota lainnya.

Di Kota Guangzhou yang jadi rumah bagi komunitas Afrika terdapat keluhan selama dua minggu terakhir tentang orang-orang Afrika yang diusir dan didiskriminasi karena rumor outbreak corona terjadi di komunitas dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Laporan tersebut mendorong otoritas di kota itu dan juru bicara Menteri Luar Negeri China, Zhao Lijian untuk berbicara pada minggu ini untuk membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa China tidak akan menoleransi rasisme atau diskriminasi bentuk apa pun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.