Kompas.com - 04/05/2020, 09:20 WIB
Jeju Cherry Blossom Festival di gerbang masuk Jeju National Univ, Jeonnong-ro, Jangjeon-ri, Puau Jeju, Korea Selatan. visitkorea.or.krJeju Cherry Blossom Festival di gerbang masuk Jeju National Univ, Jeonnong-ro, Jangjeon-ri, Puau Jeju, Korea Selatan.

 

Perasaan campur aduk masyarakat akan wisatawan

Berminggu-minggu lamanya penerapan social distancing (jaga jarak) membuat orang-orang lelah berada di kesendirian.

Kurangnya kegiatan sosial membuat mereka menginginkan sebuah pelarian. Hal ini terlihat dari wisatawan yang berbondong-bondong berkunjung ke Pulau Jeju.

Dengan Ulang Tahun Buddha pada Kamis (30/4/2020) lalu dan Hari Anak-anak pada Selasa (5/5/2020), orang-orang mengambil cuti untuk menikmati liburan sepekan lamanya.

Hal ini membuat mereka memiliki cukup waktu untuk menjelajahi pulau tersebut, atau pergi ke tempat wisata lain.

Baca juga: Tempat Wisata Belanja di Korea Selatan, Ada Underground Shopping Mall

Kembalinya wisatawan nampaknya disambut baik oleh warga setempat. Mereka sudah merasakan dampak yang dahsyat akibat virus corona, mengutip The Korea Times, Minggu (3/5/2020).

Sebab, ekonomi lokal bergantung pada wisatawan. Kendati demikian, pandemi global membuat segalanya menjadi lebih rumit.

Dimulainya kembali pariwisata di Jeju membuat masyarakat lokal akan lebih terpapar kemungkinan infeksi karena pandemi belum dinyatakan berakhir.

“Saya pikir ini merupakan hal yang masuk akal bahwa penduduk setempat khawatir akan virus tersebut karena lonjakan wisatawan,” kata Ketua Culture and Art Comittee of the Jeju Special Self-Governing Province, Lee Sun-hwa, kepada The Korea Times.

Baca juga: Tips Belanja Skincare di Korea Selatan, Dapat Tax Refund dan Sample

Sun-hwa mengatakan, terdapat kesenjangan persepsi antara masyarakat setempat dan mereka yang terlibat dalam industri pariwisata.

“Orang-orang dalam sektor pariwisata mengalami masa sulit setelah pandemi virus corona karena berkurangnya wisatawan secara mendadak,” tutur Sun-hwa.

“Tidak ada lagi wisatawan China atau Korea. Berbeda dengan masyarakat biasa, orang-orang di industri pariwisata senang dengan kunjungan kembali wisatawan ke Pulau Jeju,” lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.