Wisatawan Nusantara, Kunci Pariwisata Indonesia untuk Bangkit saat Corona Berakhir

Kompas.com - 13/05/2020, 11:40 WIB
Wisatawan Nusantara berspeedboat menuju ke Pulau Kanawa sebagai salah satu tujuan wisata pantai terbaik di Manggarai Barat, NTT. Juga Pulau Kanawa sangat baik untuk menyelam dan snorkling. Pulau ini selalu dikunjungi wisatawan mancanegara dan Nusantara untuk menghabiskan liburan, Jumat (12/5/2017). KOMPAS.COM/MARKUS MAKURWisatawan Nusantara berspeedboat menuju ke Pulau Kanawa sebagai salah satu tujuan wisata pantai terbaik di Manggarai Barat, NTT. Juga Pulau Kanawa sangat baik untuk menyelam dan snorkling. Pulau ini selalu dikunjungi wisatawan mancanegara dan Nusantara untuk menghabiskan liburan, Jumat (12/5/2017).

Pada data tersebut, pariwisata menyumbang devisa sebesar 18,4 miliar dollar AS di tahun 2019. Sementara itu, batu bara menyumbangkan nilai 21,7 miliar dollar AS di tahun yang sama.

Adapun peringkat ketiga diisi oleh sektor minyak kelapa sawit sebesar 14,7 miliar dollar AS.

Untuk itu, pemerintah menaruh perhatian yang besar dalam sektor pariwisata. Wishnutama menyatakan pihaknya telah berupaya untuk membantu sektor pariwisata terkhusus para pekerja langsung maupun tidak langsung.

"Kita sudah banyak berupaya misalnya bantuan langsung, berkaitan dengan pajak, OJK, BPJS dan lain sebagainya. Tapi kebanyakan, hal-hal tersebut memang perlu kerjasama antara kementerian dan lembaga lain," jelasnya.

Lanjutnya, Kemenparekraf juga telah membagi dua upaya terhadap krisis pandemi, yaitu supporting untuk situasi krisis, dan enabling untuk menciptakan peluang terhadap sektor parekraf.

Untuk enabling, Wishnutama menyebut akan lebih banyak sifat dan fungsinya, yaitu terkait keberlanjutan pariwisata.

Baca juga: Hadapi Booming Pariwisata, Desa Wisata Milik Masyarakat Perlu Dikembangkan

"Enabling itu tidak seperti memberikan makanan, bantuan langsung misalnya, tapi enabling itu memberdayakan yang sifatnya sustainable. Itu yang menjadi treatmen atau langkah selanjutnya dari Kemenparekraf," tuturnya.

Ia pun mencontohkan dalam waktu dekat akan memfokuskan produk buatan Indonesia. Dalam beberapa waktu dekat, kata dia, Kemenparekraf akan meluncurkan kampanye nasional tersebut kepada masyarakat.

Kemudian, pihaknya juga akan mendorong gerakan lain misalnya #GerakanMaskerKain.

"Ini bagian dari support kami untuk memberdayakan masyarakat. Memanfaatkan kejadian atau kondisi seperti ini mereka tetap bisa berusaha. Kemarin juga kegiatan Kopi Indonesia. Selanjutnya kami tengah merancang lauk siap saji," ujarnya.

Ia berharap kampanye-kampanye seperti ini dapat terus berjalan bahkan setelah pandemi berakhir. Inilah yang ia sebut sebagai enabling people dalam treatment pariwisata Indonesia.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Indonesia Terapkan Special Tourist Visa seperti Thailand?

Bisakah Indonesia Terapkan Special Tourist Visa seperti Thailand?

Whats Hot
Jelang Akhir Tahun, Seperti Apa Mobilitas Wisatawan di Tengah Pandemi?

Jelang Akhir Tahun, Seperti Apa Mobilitas Wisatawan di Tengah Pandemi?

Whats Hot
Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia sejak Awal Pandemi Covid-19?

Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia sejak Awal Pandemi Covid-19?

Whats Hot
Jakarta Aquarium Buka Lagi, Harga Tiket Mulai Rp 135.000

Jakarta Aquarium Buka Lagi, Harga Tiket Mulai Rp 135.000

Whats Hot
Daftar 4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat hingga Akhir Tahun

Daftar 4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat hingga Akhir Tahun

Whats Hot
Jateng Bersiap Sambut Libur Panjang, Ada Rapid Test di Tempat Wisata

Jateng Bersiap Sambut Libur Panjang, Ada Rapid Test di Tempat Wisata

Whats Hot
Tempat Wisata di Bogor Boleh Buka, tetapi Harus Batasi Pengunjung

Tempat Wisata di Bogor Boleh Buka, tetapi Harus Batasi Pengunjung

Whats Hot
Pemkab Lebak Tutup Seluruh Tempat Wisata Saat Libur Panjang Oktober 2020

Pemkab Lebak Tutup Seluruh Tempat Wisata Saat Libur Panjang Oktober 2020

Whats Hot
Tarif Tiket Lion Air Group Turun Menyusul Kebijakan Pemerintah Tanggung Airport Tax

Tarif Tiket Lion Air Group Turun Menyusul Kebijakan Pemerintah Tanggung Airport Tax

Whats Hot
Harris Day 2020 Digelar Virtual, Peserta Lari dan Gowes dari Kota Sendiri

Harris Day 2020 Digelar Virtual, Peserta Lari dan Gowes dari Kota Sendiri

Whats Hot
Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Daftar 27 KA Jarak Jauh dari Jakarta

Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Daftar 27 KA Jarak Jauh dari Jakarta

Whats Hot
Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Tarif Tiket Garuda Indonesia Turun

Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Tarif Tiket Garuda Indonesia Turun

Whats Hot
Ada Tiket Murah Citilink hingga Akhir Tahun di 13 Kota Ini

Ada Tiket Murah Citilink hingga Akhir Tahun di 13 Kota Ini

Whats Hot
Peru Lanjutkan Penerbangan Internasional dan Buka Kembali Machu Picchu

Peru Lanjutkan Penerbangan Internasional dan Buka Kembali Machu Picchu

Whats Hot
Harga Tiket dan Rute Menuju Kampung Bali di Wonogiri

Harga Tiket dan Rute Menuju Kampung Bali di Wonogiri

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X