Cara Pikat Wisman Australia Liburan ke Bali setelah Corona

Kompas.com - 21/05/2020, 12:50 WIB
Turis asing di sawah berundak Ubud, Bali Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafTuris asing di sawah berundak Ubud, Bali


JAKARTA, KOMPAS.com - Pulau Bali menjadi salah satu destinasi wisata paling terdampak dari pandemi virus corona. Hal ini terjadi lantaran adanya pembatasan penerbangan, baik domestik maupun internasional.

Terkenal sebagai destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara (wisman)--Bali, boleh dibilang kehilangan wisman, khususnya asal Australia.

Menurut data Badan Pusat Statistik Bali tahun 2019, jumlah kunjungan wisman terbanyak ke Bali berasal dari Australia dengan 19,78 persen. Kemudian di posisi dua yaitu wisman asal China, 18,90 persen.

Lalu bagaimana kondisi wisatawan Australia yang tidak bisa ke Bali sejak wabah pandemi ini?

Konsultan wisata Globothink, Irshad A Cader menyuarakan isi hatinya untuk mewakili wisman Australia yang tidak bisa ke Bali karena pandemi corona.

"Orang Australia itu sudah mengenal Bali, bahkan sebelum mereka mengenal Indonesia. Bali merupakan destinasi lifestyle bagi banyak orang Australia. Hanya saja, ada larangan bepergian yang diterapkan pemerintah," kata Irshad dalam telekonferensi Indonesia Tourism Forum (ITF), Jumat (15/5/2020).

Kendati demikian, ia juga menyoroti perihal Pemerintah Australia yang akan melonggarkan aturan pembatasan perjalanan. Ia berharap, hal ini dapat menjadi kabar baik di akhir Juli.

"Kemungkinan pertengahan atau akhir Juli nanti, larangan (perjalanan) akan dilonggarkan. Ini berita bagus, saya kira," terangnya.

Baca juga: Kangen Jalan-jalan ke Bali? Tur Virtual di 8 Tempat Wisata Bali

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X