Kompas.com - 26/06/2020, 13:00 WIB

 

Sophia melihat, kegiatan pendakian gunung sama dengan olahraga lainnya. Ia pun menceritakan para atlet juga melakukan swab test PCR untuk cabang olahraga sepakbola Liga Indonesia yang rencana bakal digelar.

"Atlet kita juga wajib swab test meski nantinya kita rencanakan Liga tanpa penonton," terangnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bandung, dokter Franky Moudy Rumondor, juga menyarankan untuk mendeteksi seseorang terkena Covid-19 atau tidak dengan cara swab test PCR.

Hal ini agar daerah pendakian yang saat ini masuk dalam zona hijau dan kuning, tidak meningkat kembali menjadi zona merah.

"Jangan sampai kita membuat tempat wisata yang berada di zona hijau dan kuning ini menjadi merah," kata Franky.

"Karena PCR itu menentukan orang terkena Covid apa tidak, sementara rapid itu tidak menentukan, bahkan dia tidak menentukan orang itu reaktif karena terinfeksi virus atau oleh bakteri," lanjutnya.

Kendati demikian, Sophia memberikan solusi jika situasi yang belum memungkinkan bagi semua orang melakukan swab test, yakni rapid test sebanyak dua kali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.