Hagia Sophia Turki Jadi Masjid, Apakah Masih Bisa Dikunjungi Turis?

Kompas.com - 11/07/2020, 17:12 WIB
Hagia Sophia www.goturkeytourism.comHagia Sophia

KOMPAS.com – Pada 10 Juli 2020, pengadilan administrasi utama Turki mencabut status Hagia Sophia sebagai museum.

Hal tersebut membuka jalan bagi pemerintah Turki untuk membuat bangunan dari abad ke-6 ini menjadi masjid.

Baca juga: Sejarah Hagia Sophia, Perjalanan Kembali Menjadi Masjid

Hagia Sophia merupakan Situs Warisan Bersejarah UNESCO yang mulanya berfungsi sebagai gereja dan berubah fungsi menjadi masjid pada tahun 1453. Selanjutnya pada tahun 1935 kembali berubah fungsi menjadi museum.

Seperti dikutip dariNational Geographic, Jumat (10/7/2020), keputusan tersebut tidak berarti bahwa Hagia Sophia akan ditutup untuk pengunjung umum atau turis.

Seorang juru bicara untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuturkan, wisatawan masih akan disambut untuk mengunjungi tempat wisata paling populer di Turki tersebut.

“Membuka Hagia Sophia menjadi tempat ibadah tidak akan mencegah wisatawan lokal dan asing untuk berkunjung ke situs tersebut,” tutur Ibrahim Kalin kepada kantor berita Turki, Anadolu, awal pekan ini, mengutip National Geographic.

Di dalam Hagia Sophiapixabay.com/FilipFilipovic Di dalam Hagia Sophia
Sementara itu, mengutip Independent, Sabtu (11/7/2020), melalui sebuah pidato, Erdogan mengumumkan, seluruh biaya untuk masuk ke Hagia Sophia akan dihapus.

Dia juga menuturkan bahwa pihaknya akan mengadakan pembukaan kembali untuk menyambut para jemaah dan wisatawan dalam dua minggu ke depan.

“Kami akan mengizinkan semua memasuki Hagia Sophia dan pintu akan dibuka bagi semuanya, lokal dan internasional, Muslim dan non-Muslim,” kata Erdogan, seperti dikutip dari Independent.

“Saat mereka berkunjung, mereka akan mendapatkan kesempatan untuk melihat bahwa kabar yang beredar tidak benar. Kami menghargai apa yang telah diwariskan oleh leluhur kami,” imbuhnya.

Baca juga: Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

Sementara itu, Ibrahim Kalin juga mengungkapkan bahwa dunia tak perlu khawatir dengan keputusan mengubah fungsi Hagia Sophia sebagai masjid.

"Turki akan tetap melestarikan ikon Kristen yang ada di bangunan ini, seperti para leluhur kami yang tetap melestarikan nilai-nilai Kristiani,” katanya.

Ia memberi contoh katedral Notre Dame di Perancis yang merupakan tempat ibadah terkenal di dunia, serta mampu menarik kunjungan umat Nasrani maupun wisatawan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X