Kompas.com - 13/07/2020, 16:44 WIB
Bukit Peramun, Belitung https://belitonggeopark.netBukit Peramun, Belitung

BELITUNG, KOMPAS.com - Badan Pengelola Geopark Belitong akan mengirimkan progress report pada Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) sebagai upaya meraih status UNESCO Global Geopark (UGGp) 2021.

Saat ini posisi Geopark Belitong dalam masa penangguhan (deferred) dengan tenggat waktu maksimal 2 tahun.

"Usulan Geopark Belitong untuk menjadi anggota UGGp resmi dinyatakan dalam status "deferred" atau "ditangguhkan".

"Hal ini bermakna, Geopark Belitong diberi kesempatan maksimal selama 2 tahun ke depan untuk dapat menyampaikan "progress report"," kata Kepala BP Geopark Belitong, Yuspian, dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2020).

Baca juga: Tak Berhasil Raih UNESCO Global Geopark, Belitung Berharap Bantuan Diplomasi

Sekadar informasi, Session of the Executive Board-UNESCO mengklasifikasi tiga hasil dalam penilaian, yakkni diterima, ditangguhkan dan ditolak.

Bagi yang berstatus ditolak, harus dilakukan pengusulan ulang, sama seperti usulan baru dan harus melalui tahapan penilaian dari awal, mulai dari penyampaian proposal baru (aplikasi dossier).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yuspian menuturkan, penyampaian progress report sesuai rekomendasi yang disampaikan, tanpa harus mengajukan usulan ulang dossier maupun evaluasi lapangan oleh evaluator/assessor.

"Rekomendasi yang diminta adalah penjelasan deliniasi peta wilayah Geopark Belitong, yang sebelumnya sempat dinyatakan belum memenuhi format dan persyaratan sebagaimana Statuta UGGp," kata Yuspian.

Baca juga: Pemerintah Dukung Geopark Belitung Bisa Berstatus UNESCO Global Geopark

Saat ini, lanjutnya, perbaikan peta dimaksud sudah diselesaikan BP Geopark Belitong, dan telah dikoordinasikan kepada pihak-pihak terkait dalam hal ini Badan Geologi, Kementerian ESDM, KNGI dan KNIU, untuk dilakukan review dan koreksi.

"Hal ini sesuai amanat Perpres No 9 tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark)," ujar Yuspian.

Menurut Yuspian, penyampaikan progress report paling lambat September 2020 melalui jalur resmi yang sudah ditentukan yakni melalui KNIU sebagai institusi yang menjembatani antara program UNESCO dengan program pemerintah Indonesia.

Namun, BP Geopark Belitong akan mengirimkan progress report tanpa harus menunggu sampai September 2020, karena sudah dipersiapkan.

Selanjutnya progress report akan dimasukan dalam agenda "UGGp Council Meeting" yang akan dilaksanakan November 2020 di Paris, Perancis.

"Jadwal belum bisa dipastikan karena adanya pandemi Covid-19," ucap Yuspian.

Baca juga: 4 Penyebab Belitung Gagal Raih UNESCO Global Geopark 2020

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie berharap, Geopark Belitong bisa segera mendapat pengakuan dan menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGGp) menyusul 5 Geopark lainnya.

Ini sebagai upaya melindungi warisan geologi di Belitong dan peluang besar untuk memperluas promosi pariwisata berkelanjutan Belitong di masa depan.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada mitra-mitra strategis BP Geopark Belitong yang selama ini dengan konsisten membantu pengembangan Geopark Belitong," sebut Isyak.

Adapun Geopark Belitong mengombinasikan sejumlah geosite yang mencakup wilayah Belitung dan Belitung Timur.

Geosite tersebut seperti Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Batu Bedil, Open Pit Nam Salu (kolam bekas tambang) dan Bukit Peramun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.