Kompas.com - 24/07/2020, 17:15 WIB
Para diver wisatawan mancanegara diving di spot Kampung Wisata Yenbuba, di Pulau Manswar, Raja Ampat. Laut yang jernih, biota yang kaya, serta masih cukup terawat membuatnya jadi salah satu spot diving favorit di Raja Ampat. KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAPara diver wisatawan mancanegara diving di spot Kampung Wisata Yenbuba, di Pulau Manswar, Raja Ampat. Laut yang jernih, biota yang kaya, serta masih cukup terawat membuatnya jadi salah satu spot diving favorit di Raja Ampat.


KOMPAS.com - Menyambut era new normal, masyarakat dituntut untuk bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru yang mengutamakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Protokol kesehatan mengikat segala lini, tak terkecuali di sektor pariwisata. Salah satu contohnya adalah diving atau snorkeling di Raja Ampat, Papua Barat.

 

Untuk menerapkan protokol kesehatan, wisatawan pencinta diving maupun snorkeling diimbau untuk membawa peralatan sendiri dari rumah.

Hal ini diungkapkan Tour Manager G-Tour, Tina Roy dalam kesempatannya di acara Live Instagram Kompas.com Travel Talk "Tips Liburan ke Raja Ampat" Kamis (23/7/2020).

"Di masa new normal ini, kami mengimbau wisatawan akan lebih baik jika yang mau diving atau snorkeling, bawa alat sendiri seperti kacamata, sepatu diving, baju dan lainnya," kata Tina.

"Hal ini untuk mengurangi kontak fisik jika menyewa alat diving atau snorkeling yang dipakai secara bergantian," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jangan Salah Zona, Ini Panduan Wisata Laut di Raja Ampat

Sementara itu, kata dia, untuk tabung diving bisa tetap menyewanya di operator wisata diving atau snorkeling.

Pulau Sauwandarek di Raja Ampat termasuk jadi spot snorkeling dan diving.KOMPAS.com/FIDEL ALI Pulau Sauwandarek di Raja Ampat termasuk jadi spot snorkeling dan diving.

Menurutnya, kegiatan diving atau snorkeling bisa tetap dilakukan, meski masih masa pandemi. Ia juga meyakinkan wisatawan yang memiliki hobi tersebut tetap bisa menyewa peralatannya melalui resort-resort di Raja Ampat.

"Bisa juga sewa di resort-resort. Tinggal tanya aja tempat penyewaannya di mana, nanti pasti akan dibantu. Jangan khawatir, untuk diving atau snorkeling sudah tersedia alatnya di sana," kata Tina.

"Lalu untuk masa pandemi ini pemerintah setempat juga sudah memberikan instruksi bagi operator agar melakukan penyemprotan disinfektan pada alat-alat tersebut," jelasnya.

Untuk kegiatan snorkeling, sebut Tina, wisatawan bisa membeli peralatan sendiri dari rumah. Harganya berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 500.000.

Pemandangan bawah laut di sekitar Dermaga Desa Yenbuba, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (30/10/2016).Dok. Dito/PT. Pelni Pemandangan bawah laut di sekitar Dermaga Desa Yenbuba, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (30/10/2016).

Raja Ampat terkenal dengan wisata baharinya yang sudah mendunia. Wisatawan mancanegara pun menjulukinya sebagai The Last of Paradise.

Keindahan alam bawah laut di Raja Ampat juga mendapat predikat dunia. Raja Ampat pernah dinobatkan sebagai spot diving terbaik dunia versi CNN pada tahun 2015.

Spot-spot diving yang bisa kamu kunjungi di antaranya Pantai Arborek, Magic Mountain, Blue Magic dan masih banyak lagi.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Menarik di Raja Ampat, Kunjungi Usai Pandemi

Namun perlu diketahui, hingga kini, pariwisata Raja Ampat belum resmi dibuka kembali. Pihak pelaku pariwisata di Raja Ampat hingga kini masih menunggu keputusan pemerintah untuk membuka kembali pariwisata dari daerah yang berada di Provinsi Papua Barat tersebut.

Diakui Tina, ia pun sempat mendengar kabar bahwa rencananya pariwisata Raja Ampat akan buka Oktober 2020.

"Rencananya kan Oktober, tapi semua tentu akan melihat perkembangan Covid-19 dulu. Jadi bisa saja kalau Covid-19 lebih cepat selesai ya pembukaan pariwisata Raja Ampat juga dipercepat. Namun kalau belum turun juga Covid-19 nya, ya bisa jadi malah lewat dari Oktober," pungkasnya.

Jika ingin berkunjung taati protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak minimal satu meter, gunakan hand sanitizer dan rajin mencuci tangan, serta pastikan suhu tubuh normal di bawah 37,3 derajat celcius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.