Kompas.com - 01/08/2020, 09:30 WIB


KOMPAS.com - Bali resmi menerima kembali kunjungan wisatawan nusantara (wisnus), mulai 31 Juli 2020, setelah sebelumnya menutup pariwisata karena Covid-19.

Namun bagi siapa saja yang hendak pergi ke Bali wajib membawa beberapa persyaratan dokumen. Hal ini dalam rangka memasuki era adaptasi kebiasaan baru.

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15243 Tahun 2020 tentang persyaratan wisnus berkunjung ke Bali, terdapat ketentuan kunjungan wisata selama masa pandemi.

Dilansir Antara, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana mengatakan, pariwisata Bali harus mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas yang lebih memberi perlindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung.

Baca juga: Rekomendasi 5 Wisata Gunung di Bali, Cocok bagi Pendaki Pemula

Berikut beberapa syarat berwisata ke Bali di era adaptasi baru:

Ilustrasi panorama Pantai Sanur. SHUTTERSTOCK/TAKE PHOTO Ilustrasi panorama Pantai Sanur.

  • Menunjukkan hasil uji swab atau rapid test

Wisatawan harus memiliki hasil uji swab berbasis PCR atau minimal rapid test non reaktif, sebelum berkunjung ke Bali. Adapun hasil tes Covid-19 tersebut wajib ditunjukkan kepada petugas di pintu masuk Provinsi Bali seperti bandara maupun pelabuhan.

Hasil uji Covid-19 tersebut juga memiliki masa berlaku paling lama 14 hari sejak hasil tersebut dikeluarkan.

"Bagi wisatawan yang telah menunjukkan surat keterangan yang masih berlaku, tidak lagi diwajibkan melakukan uji swab atau rapid test, kecuali mengalami gejala klinis Covid-19," ujar Gede seperti dikutip Antara.

Bagi wisatawan yang tidak dapat menunjukkan hasil uji Covid-19 baik rapid test maupun swab test, wajib mengikuti test tersebut ketika sampai di Bali.

  • Jika rapid test reaktif, wisatawan akan melakukan swab test di Bali

Gede menambahkan, wisatawan yang kedapatan memiliki hasil reaktif pada uji rapid, wajib mengikuti uji tambahan yaitu swab test berbasis PCR di Bali.

Baca juga: Alasan Wisatawan Perlu Akses Aplikasi LOVEBALI Saat Wisata ke Bali

Wisatawan juga wajib melakukan karantina di tempat yang telah disediakan Pemerintah Provinsi Bali selama menunggu hasil uji tersebut keluar.

"Wisatawan yang positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab akan dirawat di fasilitas kesehatan yang ada di Bali. Biaya uji swab, rapid test, karantina atau fasilitas kesehatan merupakan tanggung jawab wisatawan," jelasnya.

 

Wisatawan menikmati pemandangan gunung dan danau di kawasan wisata Geopark Gunung Batur, Kintamani, Bali, Selasa (5/9/2017). ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Wisatawan menikmati pemandangan gunung dan danau di kawasan wisata Geopark Gunung Batur, Kintamani, Bali, Selasa (5/9/2017).

  • Mengisi aplikasi LOVEBALI

Wisatawan wajib mengisi aplikasi LOVEBALI sebelum berangkat menuju Bali. Adapun wisatawan dapat mengakses aplikasi tersebut melalui laman https://lovebali.baliprov.go.id 

Sementara itu, para pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap pengunjung atau wisatawan sudah mengisi aplikasi tersebut.

Wisatawan wajib mengikuti protokol tatanan kehidupan baru

Wisatawan berkewajiban melaksanakan protokol tatanan kehidupan Bali era baru sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Bali.

Baca juga: Luhut: Kita Membuka Bali Bukan Asal Buka!

Selama berwisata, wisatawan wajib menggunakan masker atau pelindung wajah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau membawa hand sanitizer.

Panorama langit dan laut di Pantai Kuta, Bali Jumat (17/2/2017).KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Panorama langit dan laut di Pantai Kuta, Bali Jumat (17/2/2017).

Wisatawan juga wajib menjaga jarak minimal satu meter ketika berinteraksi dan duduk. Selain itu, wisatawan juga wajib menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS).

Mengaktifkan GPS

Wisatawan diimbau untuk selalu mengaktifkan Global Positioning System (GPS) pada gadget selama berada di Bali. Hal ini untuk upaya perlindungan dan pengamanan bagi wisatawan.

Gede mengatakan, wisatawan dapat menyampaikan keluhan atau masalah selama berada di Bali melalui aplikasi LOVEBALI.

Ia juga menuturkan, akan ada sanksi apabila wisatawan melanggar apa yang telah ada dalam SE tersebut. Oleh karena itu, wisatawan wajib mematuhi ketentuan yang berlaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.