KOMPAS.com – Danau Natron berusia sekitar 1 juta tahun dengan keindahannya, yakni memiliki keunikan berupa air yang berwarna merah.
Namun, di balik keindahan dan keunikannya tersebut, ternyata Danau Natron ini sangat mematikan.
Danau dengan kandungan garam yang tinggi menghasilkan pigemen kemerahan yang membuat danau menjadi warna merah.
Akan tetapi, kerak yang asin tersebut juga dapat berubah tampilan menjadi berbeda setiap saat.
Danau yang terletak di bagian utara Tanzania ini memiliki panjang 56 km dan lebar 24 km, serta suhu panas mencapai 60 derajat celsius dan kaya akan mineral.
Walaupun kedalaman danau hanya 3 meter, air di Danau Natron memiliki pH air sebesar 10,5 dan mengandung natrium, karbonat, dan dekahidrat, yang memiliki efek mengeraskan.
Berada tak jauh dari Gunung Ol Doinya Lengai, kandungan garam di Danau Natron berasal dari gunung tersebut. Garam yang keluar melalui lava kemudian masuk ke danau.
Baca juga: Batik dan Lapis Singkong Indonesia Jadi Primadona di Tanzania
Hewan-hewan yang tidak mampu beradaptasi dengan kondisi panas tersebut akan terjatuh dan mati, kemudian akan mengeras menjadi batu akibat dari efek kandungan tersebut.
Kandungan dari endapan natrium karbonat itu juga serupa dengan yang digunakan untuk memumifikasi tubuh manusia di Mesir.
Berbeda dengan hewan lain yang mungkin akan mati dan membatu, di danau ini justru menjadi tempat pengembangbiakan Flamingo Lasser yang menyantap alga spirulina dan ikan Alkaline Tilapia, sejenis ikan Nila.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.