Kompas.com - 03/11/2020, 21:16 WIB
Pemandangan alam di kaki Bukit Galu Watu, Desa Palamoko, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). KOMPAS.com/IGNASIUS SARAPemandangan alam di kaki Bukit Galu Watu, Desa Palamoko, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

PALAMOKO, KOMPAS.com - Barisan lopo-lopo terlihat begitu apik di pinggir bukit. Ada tempat foto buatan berbentuk sampan siap meladeni setiap pengunjung yang ingin mengabadikan momen di Bukit Galu Watu.

Bukit Galu Watu berlokasi di Desa Palamoko, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Teluk Nanga Lok NTT, Serpihan Indahnya Pesona Alam Flores

Bukit Galu Watu berjarak sekitar 28 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit dari Waikabubak, ibu kota Sumba Barat.

Panorama Pantai Palamoko dan birunya Samudera Hindia merupakan pemandangan yang menarik perhatian wisatawan. 

Ada Muara Waru yang berdekatan dengan bibir Pantai Palamoko. Muara yang menyerupai danau itu memberikan efek kecantikan di hamparan tersebut.

Terdapat rerumputan hijau dan pohon-pohon rindang di areal sekitar muara. Semua itu terkuak sempurna di bawah kaki Bukit Galu Watu.

"Tempat ini benar-benar lukisan yang begitu indah dari Sang Pencipta," ujar Nathan Bulang, pengunjung asal Desa Ringu Rara, Lamboya.

Baca juga: Uniknya Magowo Libu Watu, Ritual Tangkap Ikan di Sumba Barat

Pengunjung juga dapat melihat puluhan ternak kerbau milik para petani di bawah kaki bukit tersebut.

Wisatawan yang membawa pasangan atau keluarga akan merasakan sensasi khas di sana.

Kamu akan terlarut dalam suasana akrab nan romantis saat bersenda gurau sambil menikmati pemandangan indah di tengah tiupan angin sepoi di dalam lopo yang tersedia di sana.

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun empat apabila berkunjung ke Bukit Galu Watu.

Wisata Bukit Galu Watu dibuka setiap hari, dari pagi hingga sore. Sejauh ini tidak ada biaya tiket masuk di tempat itu.

Wisatawan harus mengikuti protokol kesehatan, yaitu memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Pemerintah desa akan siapkan fasilitas

Kepala Desa Palamoko, Marthen Waingu mengatakan pihaknya akan menyediakan fasilitas penunjang, kuliner, dan suvenir di tempat wisata tersebut pada tahun 2021.

Hal itu akan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Palamoko.

"Memang saya konsepkan kepada teman-teman, mengelola potensi alam yang ada di bawah itu. Ada muara sejenis danau. Di situ memang sasarannya mungkin ada kano fiber atau perahu kayu ke depannya. Terus lopo, ada home stay," kata Marthen kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Sumba Timur Punya Hamparan Bunga Mirip Sakura Seperti di Jepang

Ada pun jalanan dari atas Bukit Galu Watu menuju kaki bukit tersebut dalam kondisi rusak parah.

Marthen mengungkapkan, lintasan tersebut adalah jalan kabupaten.

Ia berharap, pemerintah Kabupaten Sumba Barat memperhatikan jalan menuju tempat wisata tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X