Benarkah Ambil Foto dan Video di Lawang Sewu Bayar Jutaan Rupiah?

Kompas.com - 17/11/2020, 20:21 WIB
Museum Lawang Sewu Semarang KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAMuseum Lawang Sewu Semarang

KOMPAS.com – Beberapa waktu lalu terdengar kabar seorang YouTuber diminta untuk membayar Rp 3 juta per jam untuk dokumentasi di Lawang Sewu.

Lantas, benarkah dokumentasi di Lawang Sewu harus bayar hingga jutaan rupiah?

Humas PT Kereta Api Wisata Ilud Siregar mengatakan, masyarakat tetap bisa melakukan dokumentasi di area Lawang Sewu secara gratis.

"Untuk pengambilan gambar berupa foto dan/atau video untuk dokumentasi pribadi dengan menggunakan handphone dan monopod dibolehkan,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Biar Aktivitas Traveling Enggak Monoton, Coba 4 Kegiatan Sport Ini

Dia melanjutkan, untuk saat ini pengambilan foto dan video yang dikenakan biaya sebesar Rp 3.500.000 per jam dan belum ermasuk PPN 10 persen adalah yang bersifat komersial seperti syuting film dan iklan.

Ilud menjelaskan, aturan tersebut sudah tertera dalam standar operasional prosedur (SOP) pengunjung di Lawang Sewu.

Saat ditanya seputar pembatasan alat-alat yang dibawa oleh pengunjung untuk membedakan bahwa mereka tidak melakukan dokumentasi yang bersifat komersial, Ilud hanya mengatakan, dua barang yang sebelumnya disebutkan merupakan penanda dokumentasi non-komersial.

“Untuk yang dibolehkan dan tidak dikenakan biaya, (yakni) pengambilan gambar berupa foto dan/atau video menggunakan handphone dan monopod,” tegasnya.

Baca juga: Kuota Pendakian Gunung Semeru Desember 2020 Habis, Tak Ada Penambahan

Namun, saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi lebih lanjut terkait apakah dokumentasi untuk keperluan video blog (vlog) di YouTube masuk dalam kategori komersial atau tidak.

Salah satu contohnya adalah jika seorang pengunjung mendokumentasikan Lawang Sewu, kemudian memasukkannya ke YouTube dan dimonetasi (dipasang iklan).

“Kami sedang evaluasi lebih lanjut untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengunjung, sehingga ke depan tidak terulang kembali lagi kejadian kemarin,” pungkas Ilud.

Terkait penggunaan alat lain selain ponsel pribadi dan tongsis seperti kamera DSLR dan kamera pocket, Ilud masih belum bisa memberikan jawaban.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X