Kompas.com - 21/11/2020, 15:50 WIB
Pronosutan View berupa jalan di tengah luasnya hamparan sawah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAPronosutan View berupa jalan di tengah luasnya hamparan sawah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.


KOMPAS.com – Pronosutan View merupakan salah satu alternatif tempat wisata baru di Kulon Progo, Yogyakarta. Tempat ini sebenarnya adalah sebuah area persawahan biasa yang terdiri dari banyak petak sawah milik warga sekitar dan pejabat desa.

Daya tarik Pronosutan View adalah adanya jalanan beton yang membelah area persawahan, sehingga memberikan kesan unik. Hamparan sawah seolah mirip seperti bentangan permadani hijau yang sangat besar.

Banyak wisatawan baik dari sekitar Kulon Progo maupun kota Yogyakarta yang berkunjung ke sana. Sebelum liburan ke sana, simak dahulu beberapa tips wisata ke Pronosutan View berikut ini.

1. Datang pagi dan sore hari

Ada jam-jam khusus untuk mendatangi Pronosutan View. Bukan karena kawasan tersebut tutup, melainkan agar wisatawan bisa mendapatkan pencahayaan yang maksimal, sehingga hasil foto terlihat luar biasa.

Baca juga: 5 Kegiatan Wisata Menarik di Omah Cantrik Kulon Progo, Apa Saja?

Menurut warga sekitar Pronosutan View bernama Anang saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/11/2020), jam-jam terbaik untuk mengunjungi Pronosutan View adalah di pagi dan sore.

“Kalau jam pagi itu sebelum jam 09.00 WIB dan sore itu setelah jam 15.00 WIB. Jadi view-nya bagus. Kalau di sini kan yang dicari foto-foto,” kata dia.

Menurut dia, cahaya matahari setelah pukul 09.00 WIB dan sebelum pukul 15.00 WIB bisa dibilang terlalu berlebihan, sehingga mengurangi kualitas foto.

Namun khusus di musim penghujan, ia menyarankan agar pengunjung datang pada pagi hari. Pasalnya, hampir setiap hari setelah pukul 14.00 WIB, Pronosutan View selalu dilanda hujan. Ia juga menyarankan untuk wisatawan membawa payung saat berwisata di musim hujan.

2. Incar momen sunrise dan sunset

Selain berfoto saat terang, Pronosutan View juga punya pemandangan sunrise dan sunset yang menawan. Wisatawan yang ingin mendapatkan momen sunrise bisa datang sekitar pukul 05.00 WIB.

Sementara itu untuk momen sunset, wisatawan malah disarankan datang sebelum pukul 15.00 WIB.

“Soalnya kita kan langsung berbatasan dengan Bukit Menoreh ya. Jadi kalau sudah lebih dari jam 15.00 itu kayaknya mataharinya turunnya cepat banget. Malah enggak kelihatan,” ujarAnang.

3. Datang saat hampir panen

Datang ke Pronosutan View juga perlu menyesuaikan waktu dengan periode musim tanam para petani di sana. Tentunya kamu pasti mengincar kondisi di mana sawah sedang dalam masa cantik-cantiknya, bukan?

Menurut Anang, waktu paling tepat untuk berkunjung adalah sekitar 2-3 minggu hingga 2,5 bulan setelah waktu tanam.

Perpaduan persawahan dan perbukitan di Pronosutan View, Kulon Progo.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Perpaduan persawahan dan perbukitan di Pronosutan View, Kulon Progo.

Pasalnya, periode dua minggu setelah waktu tanam biasanya area tanah pada sawah sudah tidak lagi terlihat. Semua area sawah sudah tertutupi tanaman padi, sehingga memperlihatkan hamparan karpet hijau yang sempurna.

Biasanya ada tiga kali musim tanam. Dua kali musim tanam padi dan satu kali musim tanam palawija. Anang menyarankan untuk datang di musim tanam padi dan menghindari musim tanam palawija karena dianggap kurang cantik daripada tanaman padi.

Baca juga: Pronosutan View Kulon Progo, Pesona Hamparan Sawah Bak Permadani Hijau

Periode waktunya sendiri adalah sekitar bulan Maret di awal tahun di mana padi sudah mulai menguning. Itu jadi salah satu momen paling bagus dengan adanya semburat kuning pada padi.

Setelah itu, ada pula periode bulan Juli-Agustus di mana padi sudah mulai menguning. Kemudian setelah itu masuk periode tanam palawija. Biasanya ada tanaman kedelai dan kacang hijau yang ditanam untuk periode Agustus-Oktober.

Anang tidak menyarankan kunjungan di periode Agustus-Oktober tersebut. Namun untuk periode November-Desember, biasanya musim tanam sudah kembali dimulai, sehingga pemandangan sawah pun kembali cantik.

4. Tidak perlu bawa sepeda

Biasanya orang-orang yang datang ke Pronosutan View juga membawa sepeda mereka. Banyak yang sekaligus berolahraga sepeda mengitari area Pronosutan View yang bisa dibilang ideal untuk bersepeda.

“Karena memang treknya di sini cocok untuk bersepeda. Cocoknya karena jalannya itu beton. Tidak terlalu jauh jaraknya untuk sekadar refreshing dan cuci mata itu pas,” terang Anang.

Terkait hal itu, ia menyarankan untuk wisatawan tidak perlu membawa sepedanya sendiri. Pasalnya warga sekitar sudah menyediakan penyewaan sepeda dengan harga terjangkau.

Baca juga: Waktu Terbaik Wisata ke Pronosutan View, Saat Musim Tanam

Tarif sewanya terjangkau yakni Rp 10.000 untuk satu jam pertama dan Rp 5.000 untuk jam berikutnya. Tarif tersebut berlaku hingga akhir November 2020.

Mulai Desember 2020 dan selanjutnya, ada tarif baru, yakni Rp 15.000 untuk satu jam pertama dan Rp 5.000 untuk jam berikutnya. Sudah termasuk bonus satu botol air mineral.

“Bisa minta tolong ke warga sekitar. Di pintu masuk yang tengah itu ada basecamp kita. Para pemuda itu nanti bisa minta tolong ke sana,” tutur dia.

5. Bawa kamera drone

Untuk mendapatkan foto yang bagus, Anang menyarankan untuk menggunakan drone. Banyak wisatawan yang bisa mendapatkan foto udara yang luar biasa indah dari Pronosutan View.

Nantinya, akan terlihat hamparan hijau sawah yang begitu luas dengan jalan yang membelahnya. Komposisi obyek tersebut akan membuat Pronosutan View jadi makin indah.

Hamparan sawah Pronosutan View Kulon Progo dilihat dari udara.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Hamparan sawah Pronosutan View Kulon Progo dilihat dari udara.

Apalagi jika dipotret di pagi atau sore hari dengan cahaya yang pas. Kamu juga bisa mendapatkan pemandangan Bukit Menoreh yang jadi latar belakang area sawah.

Namun memotret dari bawah juga tak kalah keren. Dengan angle foto yang sesuai, maka kamu bisa juga mendapatkan foto yang bagus. 

6. Patuhi protokol kesehatan

Terakhir adalah tentu saja mematuhi protokol kesehatan. Tempat wisata ini memang belum ada pengelola resminya.

Namun Anang meyakinkan bahwa warga sekitar akan terus memperingatkan wisatawan untuk menjaga protokol kesehatan kala berwisata. Termasuk juga menjaga jarak satu sama lain dan tidak berkerumun.

Baca juga: Rute Menuju Pronosutan View di Kulon Progo, Yogyakarta

“Pasti harus bawa masker dan hand sanitizer soalnya di tengah sawah kita enggak mungkin sediakan tempat cuci tangan,” imbuh Anang.

Jika ingin menyewa sepeda dalam jumlah besar, wisatawan bisa menghubungi Contact Person Pronosutan View Community di nomor 087886883444.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X