8 Tips Mendaki Gunung Gede Pangrango di Musim Hujan, Waspada Angin

Kompas.com - 11/12/2020, 18:06 WIB
Pemandangan Gunung Gede Pangrango dari wilayah Selabintana, Desa Sudajayagirang, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (1/6/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTO Pemandangan Gunung Gede Pangrango dari wilayah Selabintana, Desa Sudajayagirang, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (1/6/2018).


KOMPAS.com – Musim hujan seolah tidak menyurutkan niat para pendaki untuk mendaki gunung. Terlebih menjelang libur akhir tahun yang momen cuti bersamanya banyak dimanfaatkan para pendaki.

Salah satu gunung favorit para pendaki adalah Gede Pangrango. Letaknya yang tak jauh dari Jakarta membuatnya menjadi tujuan pendaki saat hari libur.

Namun akhir-akhir ini kondisi cuaca di sekitar kawasan Gunung Gede Pangrango sering begitu ekstrem.

Angin kencang dan hujan lebat membuat pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terpaksa sempat menutup jalur pendakian ke sana pada 9-11 Desember 2020.

Baca juga: Sempat Ditutup, Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi

Pendakian lalu kembali dibuka mulai Sabtu (12/12/2020) karena cuaca yang mulai membaik. Namun jika cuaca dirasa akan begitu buruk, pihak TNGGP nantinya akan menutup kembali jalur pendakian.

Walaupun cuaca ekstrem, menurut Humas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Poppy Oktadiyani, jumlah pendaki yang sudah melakukan booking online pendakian masih cukup banyak.

Untuk melakukan pendakian di tengah cuaca ekstrem seperti ini, Poppy memiliki beberapa saran agar tetap aman khususnya mengantisipasi angin kencang yang rawan melanda. Berikut ini beberapa tipsnya.

1. Pastikan kondisi tubuh sehat

TipsHal pertama yang perlu dilakukan pendaki Gunung Gede Pangrango adalah memastikan kondisi tubuh sehat dan cukup bugar untuk mendaki.

Sekelompok pendaki tengah mengepak bawaan di pos Kandang Batu, Gunung Gede-Pangrango.KOMPAS.COM / VITORIO MANTALEAN Sekelompok pendaki tengah mengepak bawaan di pos Kandang Batu, Gunung Gede-Pangrango.

Mendaki di kondisi cuaca baik saja butuh stamina tak sedikit, apalagi di musim hujan seperti sekarang. Daya tahan tubuh prima tentu dibutuhkan agar tidak gampang sakit.

Apalagi, udara dingin dan angin kencang akan ditemui pendaki di gunung saat musim hujan. Tubuh pun harus tetap bugar agar tidak mudah sakit.

2. Pelajari gunung yang akan didaki

Langkah kedua adalah mempelajari gunung yang akan dituju. Di masa new normal ini, gunung biasanya menetapkan ketentuan khusus, termasuk pula Gunung Gede Pangrango.

Pelajari ketentuan soal booking online, jumlah kuota pendakian yang diizinkan, syarat sebelum pendakian, hingga kondisi alam dan cuaca di gunung.

Pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Jawa Barat akan menutup kegiatan pendakian sepanjang Agustus mendatang menyusul cuaca diprediksi akan ekstremKOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Jawa Barat akan menutup kegiatan pendakian sepanjang Agustus mendatang menyusul cuaca diprediksi akan ekstrem

Biasanya, pihak TNGGP akan memberikan informasi terbaru lewat media sosial mereka @tn_gedepangrango. Pelajari betul regulasi yang perlu diikuti agar perjalanan lancar. Jangan lupa juga amati jadwal buka-tutup gunung.

Perhatikan pula kuota pendakian. Jangan sampai kehabisan kuota untuk tanggal yang diinginkan. Untuk Gunung Gede Pangrango, jumlah kuota pendakian per hari adalah 25 persen dari total, yakni 300 pendaki.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X