Motivasi Mengunjungi Destinasi Sport Tourism, Apa yang Wisatawan Cari?

Kompas.com - 21/01/2021, 10:32 WIB
Peserta kategori Ultra-Marathon di ajang Borobudur Marathon 2016 memulai start pada 20 November 2016. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPeserta kategori Ultra-Marathon di ajang Borobudur Marathon 2016 memulai start pada 20 November 2016.

Oleh: Frangky Selamat

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, sebagaimana dikutip Tabloid Kontan (18-24 Januari 2021), menyebutkan bahwa target wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada 2021 berkisar 4-7 juta orang. Angka tersebut terpangkas dari proyeksi semula yang mencapai 19 juta orang. Devisa yang diperoleh pun susut dari proyeksi sebelumnya, yaitu 23 miliar dollar AS menjadi 4,8 miliar-8,5 miliar dollar AS.

Wisatawan lokal yang melakukan perjalanan wisata pun bernasib sama. Dari proyeksi 320 juta hingga 333 juta pergerakan menjadi 180 juta sampai 220 juta pergerakan.

Dalam kondisi seperti saat ini, fokus ditujukan pada wisatawan Nusantara, untuk memulihkan sektor pariwisata yang babak belur dihantam pagebluk korona.

Dengan asumsi pandemi dapat dikendalikan, diperlukan pengembangan pasar wisata yang baru. Sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga dapat menjadi pilihan yang menarik.

Sport tourism adalah aktivitas olahraga yang dipadukan dengan kegiatan wisata. UNWTO (United Nations World Tourism Organizations) menyebutkan bahwa sport tourism adalah sektor wisata yang pertumbuhannya paling cepat. Semakin banyak wisatawan tertarik pada aktivitas olahraga selama perjalanan terlepas dari apakah itu menjadi sasaran utama atau tidak.

Berbagai acara olahraga dengan beragam ukuran menarik wisatawan untuk datang, baik sebagai peserta maupun penonton saja, sementara destinasi memberikan pengalaman khas setempat yang tak terlupakan kepada wisatawan.

Seperti diwartakan Kompas.com, 5 Januari 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa pihaknya ingin segera gerak cepat untuk mengembangkan pariwisata berbasis olahraga.

"Ingin gercep (gerak cepat) realisasikan beberapa agenda yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, dan juga beberapa isu quick wins yang bisa direalisasikan dalam scope sport tourism," ujarnya seperti dikutip Kompas.com.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam konferensi pers usai usai melakukan upacara serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf RI, Jakarta, Rabu (23/12/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam konferensi pers usai usai melakukan upacara serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf RI, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Memang begitu banyak acara olahraga yang diselenggarakan dikaitkan dengan destinasi wisata. Dari acara multievents seperti Olimpiade, Asian Games, SEA Games atau single event seperti lomba lari yang kini makin populer.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X