Tiap Akhir Pekan, Wisatawan Bisa Lihat Kesenian Minang di Pariaman

Kompas.com - 22/01/2021, 14:46 WIB
Tari piring ditampilkan dalan pentas kesenian di Harare, Zimbabwe, 24-25 Mei 2016. KBRI HARARETari piring ditampilkan dalan pentas kesenian di Harare, Zimbabwe, 24-25 Mei 2016.

KOMPAS.com - Wisatawan yang memanfaatkan waktu libur di akhir pekan di Kota Pariaman, Sumatera Barat, akan disuguhi penampilan kesenian budaya Minang dari para seniman setempat setiap Sabtu sore secara gratis.

"Kami memiliki program 'Pariaman Culture Every Week' yang dilaksanakan setiap Sabtu sore dan pelaksanaannya sepanjang tahun," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono di Pariaman, Kamis (21/1/2021), dilansir Antaranews.

Program tersebut akan diluncurkan di panggung pertunjukkan seni di Pantai Kata pada Sabtu (23/1) sore yang sekaligus meresmikan bangunan tersebut.

Baca juga: Rekomendasi 2 Tempat Wisata untuk Libur Akhir Tahun di Padang

Ia menyampaikan lokasi pelaksanaan program tersebut nantinya tidak saja di panggung itu namun juga di objek wisata lainnya di Pariaman secara bergantian.

Ia menjelaskan program tersebut sebagai langkah untuk menambah daya tarik pariwisata di Pariaman sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Konsep menampilkan kesenian tersebut, kata dia, yaitu wisatawan dapat menikmati keindahan matahari terbenam sambil menyaksikan kesenian Minang di Kota Pariaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti di Bali, kalau wisatawan datang ke Ubud setiap pukul 17.00 WIB itu ada penampilan tarik kecak, konsep yang sama kami lakukan di Pariaman," katanya.

Baca juga: 6 Tips Berkunjung ke Padang Rumput di Waduk Tandon Wonogiri yang Surut

Dipilihnya sore hari untuk menampilkan kesenian tersebut lanjutnya juga karena orang yang akan menampilkan kesenian budaya di Pariaman merupakan pelajar sehingga pendidikan mereka tersebut tidak terganggu.

Meskipun tujuannya untuk meningkatkan jumlah kunjungan, lanjutnya, namun pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat serta melibatkan petugas dari Dinas Kesehataan dan Satuan Polisi Pamong Praja.

"Suhu tubuh diperiksa, penarinya pakai pelindung wajah, pemain musik dan penontonnya harus pakai masker, kecuali yang pemain seruling karena tidak mungkin pakai masker," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.