Kompas.com - 23/02/2021, 11:11 WIB
1. Patung Prajurit Jepang didirikan di Danau Shuji untuk mengenang lokasi tersebut sebagai bekas lokasi dapur umum jentara Jepang 2. Danau Shuji dilihat dari bagian depan 3. Pondok yang tersedia di Danau Shuji 4. Papan nama Danau Shuji AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG1. Patung Prajurit Jepang didirikan di Danau Shuji untuk mengenang lokasi tersebut sebagai bekas lokasi dapur umum jentara Jepang 2. Danau Shuji dilihat dari bagian depan 3. Pondok yang tersedia di Danau Shuji 4. Papan nama Danau Shuji

MUARA ENIM, KOMPAS.com - Di Desa Lembak, Kecamatan Lembak Muara Enim Sumatera Selatan, sekitar 70 Kilometer (km) dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, terdapat danau yang saat ini sedang menjadi salah satu lokasi favorit untuk berwisata.

Danau Shuji adalah nama tempat wisata itu. Danau dengan ukuran luas 60 x 400 meter persegi itu berada di tengah perkebunan karet milik warga.

Menurut pengelolanya Bob Permana, nama Shuji diambil karena lokasi tersebut pada zaman perang kemerdekaan merupakan lokasi dapur umum bagi pasukan Jepang yang  berjarak hanya 1 km dari bandara tentara Jepang.

Baca juga: 25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

Untuk mengenang saat itu, maka di luar gerbang masuk lokasi danau itu dibangun patung seorang prajurit berpakaian kebesaran tentara Jepang.

"Danau ini kita berdayakan menjadi lokasi objek wisata di mulai Mei tahun 2020 lalu," kata Bob Permana.

Wisata favorit masyarakat Sumatera Selatan

Keberadaan Danau Shuji sendiri cepat mendapatkan sambutan dari masyarakat. Tidak hanya masyarakat Kecamatan Lembak, tetapi warga dari Palembang, Muara Enim, Lahat, Ogan Ilir, terutama Kota Prabumulih banyak yang datang ke sana.

"Dapat dikatakan warga dari seluruh seluruh Kabupaten dan kota di Sumatera Selatan sudah ada yang datang ke sini, bahkan Gubernur Sumatera Selatan, Kapolda dan Wakapolda, Bupati  hingga beberapa Kapolres sudah datang ke sini" ujar Bob.

Diceritakan oleh Bob, awal  Danau Shuji itu akhirnya dijadikan obyek wisata bermula saat sebuah pabrik flywood yang ada di Kecamatan Lembak tutup karena pandemi Covid 19.

1. Patung Prajurit Jepang didirikan di Danau Shuji untuk mengenang lokasi tersebut sebagai bekas lokasi dapur umum jentara Jepang 2. Danau Shuji dilihat dari bagian depan 3. Pondok yang tersedia di Danau Shuji 4. Papan nama Danau ShujiAMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG 1. Patung Prajurit Jepang didirikan di Danau Shuji untuk mengenang lokasi tersebut sebagai bekas lokasi dapur umum jentara Jepang 2. Danau Shuji dilihat dari bagian depan 3. Pondok yang tersedia di Danau Shuji 4. Papan nama Danau Shuji

Akibatnya, karyawan yang bekerja di sana, termasuk yang berasal dari Kecamatan Lembak harus rela diputus hubungan kerjanya dan menjadi pengangguran.

Tak ingin para pekerja itu lama menganggur, maka ia berinisiatif mengajak mereka membuka lokasi wisata berupa danau yang ada di tengah kebun karet di belakang Desa.

Ajakan Bob tersebut disambut dan dimulailah pekerjaan membersihkan danau besar-besaran secara gotong royong selama lima bulan atau hingga Oktober 2020.

Baca juga: Goa Alam di Sumatera Selatan Belum Digarap

"Setelah lokasi danau bersih lalu dibangun pondok dan saung untuk pengunjung, sekaligus disediakan bebek-bebekan dan perahu untuk pengunjung," imbuh Bob.

Pihaknya lalu mengajak wartawan untuk mengangkat keberadaan danau hingga menjadi populer seperti saat ini.

Bantuan dana CSR dari perusahaan BUMN

Keberadaan Danau Shuji yang makin dikenal dan banyak pengunjungnya ternyata menarik perhatian perusahaan BUMN besar di Kota Prabumulih.

Melalui dana Coorporate Social Responsibility (CSR), Perusahaan BUMN tersebut berkeinginan membatu pengembangan Danau Shuji.

"Ya mereka akan membangun sebuah jembatan membelah danau tersebut, sehingga pengunjung dapat menyeberangi kedua sisi dan menjadi lokasi berfoto," tutur Bob.

1. Patung Prajurit Jepang didirikan di Danau Shuji untuk mengenang lokasi tersebut sebagai bekas lokasi dapur umum jentara Jepang 2. Danau Shuji dilihat dari bagian depan 3. Pondok yang tersedia di Danau Shuji 4. Papan nama Danau ShujiAMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG 1. Patung Prajurit Jepang didirikan di Danau Shuji untuk mengenang lokasi tersebut sebagai bekas lokasi dapur umum jentara Jepang 2. Danau Shuji dilihat dari bagian depan 3. Pondok yang tersedia di Danau Shuji 4. Papan nama Danau Shuji

Ia melanjutkan, sejak dibuka hingga hari ini, sedikitnya 40.000-50.000 ribu orang yang datang ke Danau Shuji.

"Untuk warga sekitar sini kami gratiskan, terutama anak-anak di bawah 10 tahun. Untuk dewasa, kami pungut uang masuk sebesar Rp 5.000 rupiah perorang dan uang parkir sebesar Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp 3.000 untuk kendaraan roda dua" jelas Bob.

Saat ini keberadaan Danau Shuji sudah berhasil memberi pekerjaan kepada 70 orang warga setempat dan menjadi tempat berusaha bagi 30 orang lainnya.

Baca juga: Tempat Wisata Favorit di Palembang, Pulau Kemaro yang Melegenda

Ke depan, Bob berkeinginan menambah luas lokasi Danau Shuji dari luas sekarang yang hanya delapan hektar.

"Kedepan saya ingin menambah fasilitas water bomb dan track motor ATV, saya juga ingin membangun sebuah tempat belajar mengaji bagi anak-anak Kecamatan Lembak yang baik di lokasi ini," sambung dia.

Pihaknya berharap ke depannya lokasi ini dapat dijadikan aset wisata pemerintah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Mana Favoritmu?

5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Mana Favoritmu?

Jalan Jalan
Kenapa Gunung Lawu Dianggap Sebagai Gunung yang Ramah Pendaki Pemula?

Kenapa Gunung Lawu Dianggap Sebagai Gunung yang Ramah Pendaki Pemula?

Jalan Jalan
Asyik, Danau Maninjau Akan Punya Cable Car

Asyik, Danau Maninjau Akan Punya Cable Car

Travel Update
Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Travel Update
Pendaki Pemula Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pendamping, Bagaimana dengan Jalur Lain?

Pendaki Pemula Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pendamping, Bagaimana dengan Jalur Lain?

Travel Update
Aturan Baru Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar, Pemula Wajib Didampingi

Aturan Baru Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar, Pemula Wajib Didampingi

Travel Update
Perancis Akan Sambut Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Covid-19

Perancis Akan Sambut Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Covid-19

Travel Update
Aktivitas Seru di Telaga Batu Bogor, Berenang hingga Trekking

Aktivitas Seru di Telaga Batu Bogor, Berenang hingga Trekking

Jalan Jalan
15 Pulau Terbaik untuk Pensiun Tahun 2021, Ada dari Indonesia

15 Pulau Terbaik untuk Pensiun Tahun 2021, Ada dari Indonesia

Travel Tips
Periode Lebaran 2021, Penjualan Tiket Garuda Indonesia Turun 40 Persen

Periode Lebaran 2021, Penjualan Tiket Garuda Indonesia Turun 40 Persen

Travel Update
4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Turki untuk Pemula

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Turki untuk Pemula

Travel Promo
Larangan Mudik, Tren Staycation di Hotel Diprediksi Meningkat Lagi

Larangan Mudik, Tren Staycation di Hotel Diprediksi Meningkat Lagi

Travel Update
Mudik Dilarang, Pegipegi Siapkan Strategi Spesial Lebaran 2021

Mudik Dilarang, Pegipegi Siapkan Strategi Spesial Lebaran 2021

Travel Promo
Mudik Dilarang, Tempat Wisata di Nganjuk Dipastikan Tetap Buka

Mudik Dilarang, Tempat Wisata di Nganjuk Dipastikan Tetap Buka

Travel Update
Rencana Rute Penerbangan Baru Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara

Rencana Rute Penerbangan Baru Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X