Kompas.com - 16/04/2021, 07:07 WIB
Umat Muslim mengitari Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat. AFP/HO/SAUDI MINISTRY OF MEDIAUmat Muslim mengitari Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat.

KOMPAS.com - Raja Arab Saudi Salman menyetujui apabila sholat Tarawih yang dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan diadakan di dua masjid suci yaitu, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Namun shalar dikurangi menjadi 10 rakaat.

Mengutip dari Arabnews.com, Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, Kepala Kepresidenan dari kedua masjid suci tersebut mengatakan, keputusan itu didasarkan pada keinginan Raja Salman untuk terus mengadakan ritual ibadah di kedua masjid suci itu.

Keinginan Raja Salman tersebut juga disertai dengan persiapan pada tempat ibadah yang aman dan memenuhi standar kesehatan internasional bagi jamaah.

Baca juga: Penerbangan Arab Saudi Buka Lagi, Saudi Airlines Mulai Jual Tiket

Pihaknya akan mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk melayani jemaah selama bulan suci Ramadhan.

Di samping itu, Kementerian Urusan Islam mengumumkan bahwa shalat tarawih dan qiyaam akan digabung dengan shalat isya di semua masjid kerajaan dan tidak lebih dari 30 menit.

Ilustrasi Masjid Nabawi. SHUTTERSTOCK/SAMAREEN Ilustrasi Masjid Nabawi.

Kementerian mengatakan, keputusan itu dibuat guna mengurangi durasi jemaah di dalam masjid untuk meminimalkan tingkat penyebaran Covid-19.

Adapun, izin untuk melaksanakan umrah, shalat, maupun kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi hanya diberikan kepada orang-orang yang telah menerima vaksin Covid-19 dengan dibuktikan melalui aplikasi Tawakkalna.

Baca juga: Jemaah Dilarang Berfoto di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Selain itu, Kepala Kepresidenan kedua masjid suci juga tidak memperbolehlan kendaraan tidak resmi berada disekitar wilayah Makkah. Ia juga menegaskan anak-anak dilarang memasuki masjid atau bermain disekitar halaman masjid.

Dalam hal ini, kementerian mengimbau masyarakatnya untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan agar memastikan keselamatan, kesehatan, dan keamanan mereka yang mengunjungi Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Sementara itu, Wakil Presiden Masjid Nabawi, Sheikh Mohammed bin Ahmed Al-Khudairi meluncurkan layanan elektronik untuk memperkirakan kapasitas masjid agar mencegah kerumunan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X