Kompas.com - 30/04/2021, 12:41 WIB
Kondisi Kawah Sileri di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah pasca-erupsi freatik pada, Minggu (1/4/2018). KOMPAS.com/Iqbal FahmiKondisi Kawah Sileri di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah pasca-erupsi freatik pada, Minggu (1/4/2018).

KOMPAS.com – Kawah Sileri di kawasan wisata Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengalami erupsi pada Kamis (29/4/2021) sekitar pukul 18.26 WIB.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara Agung Yusianto mengatakan, wisatawan tidak perlu khawatir lantaran mereka masih tetap bisa berkunjung ke Dieng.

“(Tempat wisata di Dieng) tetap buka. Kawah Sileri itu dengan obyek wisata Candi Arjuna dan Kawah Sikidang jaraknya masih sekitar 3 kilometer (km). Termasuk sangat jauh,” ungkapnya, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Seharian Wisata di Dieng Banjarnegara, Bisa ke Mana Saja?

Berdasarkan keterangan yang diberikan Disparbud Banjarnegara, Kawah Sileri berada di Zona Dua Destinasi Dieng.

Kawah tersebut lokasinya berjarak sekitar 3 km dari kompleks Candi Arjuna, Museum Kailasa, dan Kawah Sikidang.

Kawasan Candi Arjuna Dieng yang berselimut kabut pada Pagi Hari.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan Candi Arjuna Dieng yang berselimut kabut pada Pagi Hari.

Meski semua tempat wisata di Dieng Banjarnegara tetap buka dan dapat dikunjungi wisatawan, para pengunjung diimbau tetap berhati-hati. Terlebih lagi, jika datang dari awah Kabupaten Batang.

Sebab, semburan dari Kawah Sileri yang terletak di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, tersebut sempat mengenai pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Banjarnegara-Batang.

“Bagi wisatawan yang akan menuju destinasi Dieng dari arah Kabupaten Batang untuk berhati-hati dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” seperti tertera dalam keterangan itu.

Kawah Sileri Dieng meletus

Sementara itu, Pengamat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Api Dieng bernama Surip mengatakan, Kawah Sileri hanya mengalami erupsi freatik biasa.

“Erupsi freatik biasa, tidak didahului gempa. Mengeluarkan material batu dan lumpur, gas tidak ada,” ujar dia kepada Kompas.com, Kamis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X