Kompas.com - 17/05/2021, 15:55 WIB
Pendaki beristirahat di jalur pendakian menuju puncak Gunung Everest, di Khumbu, Nepal, 18 Mei 2013. AP PHOTO / ALPENGLOW EXPEDITIONS, Adrian BallingerPendaki beristirahat di jalur pendakian menuju puncak Gunung Everest, di Khumbu, Nepal, 18 Mei 2013.

KOMPAS.com - Sempat dibuka kembali pada April 2021, pendakian Gunung Everest via Tibet, China kini akhirnya harus dibatalkan.

Pemerintah China membatalkan musim pendakian Gunung Everest dari sisi Tibet, puncak tertinggi di dunia untuk musim semi 2021. Hal ini disampaikan oleh kantor berita pemerintah China, Xinhua pada hari Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: China Buka Lagi Jalur Pendakian Everest, Terapkan Protokol Kesehatan

Melansir dari CNN.com, Senin (17/5/2021) pembatalan pendakian ini dilakukan karena kekhawatiran terhadap kasus Covid-19 yang masih terus meningkat di berbagai negara.

Salah satu negara yang saat ini menghadapi gelombang baru peningkatan kasus Covid-19 adalah Nepal yang berbatasan dengan India.

Pemandangan Gunung Everest dan pegunungan Himalaya.Jewel Samad/AFP Pemandangan Gunung Everest dan pegunungan Himalaya.

Sebelumnya, Nepal sudah mengeluarkan 408 izin pendakian Gunung Everest pada bulan April-Mei 2021, setelah penutupan tahun lalu. Sebaliknya, hanya 21 pendaki China yang mendapat izin pendakian pada musim semi lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu pada tanggal 9 Mei 2021, media pemerintah China mengungkapkan bahwa China berencana membuat 'garis pemisah' di puncak Everest untuk mencegah pendaki dari sisi Nepal dan Tibet berbaur.

Baca juga: Gunung Everest Akan Buka Kembali untuk Pendakian

Hal ini dilakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Pasalnya, kasus Covid-19 di Nepal telah meningkat pesat.

Menurut Kementerian Kesehatan Nepal, negara itu telah mencatat lebih dari 8.000 kasus virus korona baru pada hari Jumat. Ditambah adanya laporan 20 persen kasus Covid-19 di negara tersebut dalam 10 hari terakhir ini.

Dalam foto file 12 November 2015 ini, Puncak Gunung Everest terlihat dari jalan menuju Kalapatthar di Nepal. AP PHOTO/TASHI SHERPA Dalam foto file 12 November 2015 ini, Puncak Gunung Everest terlihat dari jalan menuju Kalapatthar di Nepal.

Meningkatnya kasus di negara tersebut juga menyebabkan operator ekspedisi internasional membatalkan rencananya untuk mendaki Gunung Everest dari sisi Nepal.

Melansir dari Globalnews.ca, Seorang ahli pemandu pendakian bernama Lukas Furtenbach dari Austria mengatakan bahwa saat ini dia  bersama dengan timnya membatalkan upaya pendakian ke Gunung Everest dari sisi Nepal karena kekhawatiran akan Covid-19.

Baca juga: China Akan Dirikan Garis Pemisah di Puncak Gunung Everest, Ada Apa?

"Kami mengakhiri ekspedisi hari ini karena masalah keamanan dengan wabah Covid-19 yang diberikan. Kami tidak ingin mengirim orang atau karena mereka bisa sakit di sana dan mati," kata Lucas Furtenbach.

Sementara, beberapa pendaki di Nepal telah dinyatakan positif Covif-19 setelah mereka turun dari basecamp di Gunung Everest.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Event Besar, Ganjar Percepat Vaksinasi Covid-19 di Kawasan Wisata Jateng

Sambut Event Besar, Ganjar Percepat Vaksinasi Covid-19 di Kawasan Wisata Jateng

Travel Update
Syarat Wisata ke Nepal van Java Dusun Butuh Kaliangkrik, Magelang

Syarat Wisata ke Nepal van Java Dusun Butuh Kaliangkrik, Magelang

Travel Tips
Ada Vaksinasi Covid-19 Gratis di Museum Borobudur Magelang

Ada Vaksinasi Covid-19 Gratis di Museum Borobudur Magelang

Travel Update
Nepal van Java Buka Lagi, Seminggu Dikunjungi 3.000 Orang

Nepal van Java Buka Lagi, Seminggu Dikunjungi 3.000 Orang

Travel Update
Daftar Hari Libur Nasional Tahun 2022, Catat untuk Persiapan Liburan

Daftar Hari Libur Nasional Tahun 2022, Catat untuk Persiapan Liburan

Travel Update
Pemerintah Indonesia Resmi Tetapkan Hari Libur Nasional Tahun 2022

Pemerintah Indonesia Resmi Tetapkan Hari Libur Nasional Tahun 2022

Travel Update
Songa Rafting di Probolinggo, Indahnya Alam hingga Pemandangan Goa Kelelawar

Songa Rafting di Probolinggo, Indahnya Alam hingga Pemandangan Goa Kelelawar

Jalan Jalan
Bersiap Sambut Turis Asing, India Izinkan Penerbangan Charter

Bersiap Sambut Turis Asing, India Izinkan Penerbangan Charter

Travel Update
6 Aktivitas Menarik di Taman Safari Bogor, Ada Safari Malam Hari

6 Aktivitas Menarik di Taman Safari Bogor, Ada Safari Malam Hari

Jalan Jalan
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Samarinda, Wisata Budaya di Desa Pampang

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Samarinda, Wisata Budaya di Desa Pampang

Itinerary
6 Atraksi dan Aktivitas Wisata di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan

6 Atraksi dan Aktivitas Wisata di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan

Jalan Jalan
Okupansi Meningkat, Hotel di Kota Malang Mulai Berani Naikkan Harga

Okupansi Meningkat, Hotel di Kota Malang Mulai Berani Naikkan Harga

Travel Update
10 Tempat Wisata Menarik di Chiang Mai, Ada Museum dan Cagar Alam

10 Tempat Wisata Menarik di Chiang Mai, Ada Museum dan Cagar Alam

Jalan Jalan
6 Gunung di Chiang Mai Thailand yang Wajib Dikunjungi

6 Gunung di Chiang Mai Thailand yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Dua Halte Bus Wisata Gratis Dibangun di Madiun

Dua Halte Bus Wisata Gratis Dibangun di Madiun

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.