Kompas.com - 12/06/2021, 16:04 WIB
Pesawat ATR 72-600 milik maskapai Citilink melakukan pendaratan dan penerbangan di Bandara Jenderal Besar Sudirman, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (1/6/2021). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIPesawat ATR 72-600 milik maskapai Citilink melakukan pendaratan dan penerbangan di Bandara Jenderal Besar Sudirman, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (1/6/2021).

 

KOMPAS.com – PPKM Mikro yang diterapkan di 34 provinsi di Indonesia pada 1-14 Juni 2021 memunculkan lebih banyak syarat penerbangan.

Mulai dari larangan untuk berbicara satu arah lewat telepon atau dua arah secara langsung, dilarang makan dan minum untuk perjalanan kurang dari dua jam, hingga wajib menunjukkan hasil negatif tes Covid-19.

Bagi beberapa masyarakat, syarat-syarat tersebut mungkin dirasa cukup menyulitkan. Terlebih soal tes Covid-19 yang semakin menambah pengeluaran saat bepergian.

Kendati demikian, bagi seorang warga Jakarta bernama Dini (29), dia tidak menyesal telah memutuskan untuk pergi ke Yogyakarta pada 4 Juni lalu.

Baca juga: Aturan Naik Pesawat Periode PPKM Mikro 1-14 Juni 2021

“Persyaratan yang cukup banyak membuat penumpang lebih teliti dan mempersiapkan diri dalam bepergian saat era pandemi ini,” kata dia kepada Kompas.com, Jumat (11/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Dini menjelaskan bahwa bepergian menggunakan pesawat dengan beragam syarat tersebut dirasa lebih baik dibanding bepergian via transportasi lain seperti mobil pribadi, bus, atau kereta.

Hal senada juga dituturkan Amal (28) yang berdomisili di Bekasi. Dia juga tidak menyesal sudah membeli tiket perjalanan menuju Yogyakarta untuk perjalanan dinas pada 4-7 Juni.

“Karena ini untuk perjalanan dinas dan ditanggung oleh kantor, jadi tidak terlalu menyesal untuk pengeluaran biayanya,” ujar dia.

Agak menyesal karena tiket lebih mahal

Berbeda dengan Amal dan Dini, Ditha (23) asal Bekasi mengatakan bahwa dia cukup terkejut dengan harga tiket pesawat menuju Bali pada 2-6 Juni yang ditawarkan selama periode PPKM Mikro.

Meski dengan harga Rp 1,4 jutaan sudah termasuk bagasi dan antigen saat pergi-pulang (PP), namun nominalnya lebih mahal dari bulan-bulan sebelumnya.

Ilustrasi pesawat, kenapa pesawat bisa terbangpixabay Ilustrasi pesawat, kenapa pesawat bisa terbang

“Walau dibanding harga-harga tiket maskapai penerbangan lain ini lebih murah, kalau dibanding dengan bulan Februari dan Maret, tiket bulan ini menurut gue lebih naik banget,” ungkap Ditha.

Menurut dia, mahalnya tiket pesawat pada Juni lebih kepada Pulau Dewata yang sebentar lagi akan menyambut wisatawan mancanegara (wisman).

Baca juga: 3 Maskapai Ini Sajikan Kenyamanan Tidur di Pesawat

“Cuma ya sudah mau gimana lagi. Hari gini enggak apa-apa ada syarat antigen. Jadi, ya sudah ikutin aja syarat-syaratnya karena terbayarkan pas sampai di Bali,” imbuh dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Travel Update
9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

Jalan Jalan
Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

Travel Update
IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

Travel Update
Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Travel Tips
Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Travel Update
Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Jalan Jalan
Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Travel Update
7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

Jalan Jalan
Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Jalan Jalan
Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Travel Update
AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

Travel Update
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Travel Update
Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X