Kompas.com - 18/06/2021, 07:29 WIB
Ilustrasi pantai - Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Yogyakarta (Shutterstock/Peter Gueth). Shutterstock/Peter GuethIlustrasi pantai - Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Yogyakarta (Shutterstock/Peter Gueth).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Obyek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan ditutup pada akhir pekan. 

Keputusan tersebut diambil akibat adanya peningkatan kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Menurut situs corona.bantulkab.go.id, Rabu (16/6/2021), terdapat 15.985 kasus Covid-19 terkonfirmasi. Situs web yang sama juga menunjukkan kenaikan kasus Covid-19 terkonfirmasi dari tanggal 9 Juni 2021 (14.921 kasus) hingga tanggal 16 Juni 2021. 

"Oleh karena itu, kebijakan Pemkab Bantul yang pertama akan menutup obyek-obyek wisata yang dikelola oleh kabupaten pada hari Sabtu dan Minggu," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Helmi Jamharis dihubungi wartawan Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Pascalibur Lebaran, Kunjungan ke Gunungkidul dan Bantul Meningkat

Hal ini sesuai Instruksi Bupati (Inbup) Nomor 15/instr/2021 tentang perpanjangan kesembilan pemberlakuan PPKM mikro di Bantul yang ditandatangani oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih tanggal 15 Juni 2021.

Inbup itu berlaku dua pekan, sehingga nantinya pada tanggal 19-20 Juni dan tanggal 26-27 Juni tempat wisata akan tutup sementara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Goa Cerme di BantulDokumentasi Pokdarwis Goa Cerme Goa Cerme di Bantul

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab Bantul adalah kawasan Pantai Parangtritis, Pantai Samas, Pantai Goa Cemara, Pantai Pandansimo, Pantai Kwaru, Goa Selarong, dan Goa Cerme.

Baca juga: Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Selain tempat wisata, Inbup juga melarang model jamuan prasmanan saat kegiatan hajatan. 

Sementara, untuk seni budaya, kegiatan pentas juga ditiadakan.

"Layanan perkantoran 75%, itu beberapa hal yang mendasar, dan untuk peribadatan di zona merah mohon dilaksanakan di rumah. Lalu, untuk sekolah tatap muka juga belum diperbolehkan," ucap Helmi.

Baca juga: Sandiaga Uno Kunjungi Desa Wisata Krebet di Bantul, Ini Keunikannya

Helmi menyebut pihaknya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengawasan dan pelaksanaan Inbup tersebut.

"Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) sudah berkomitmen menjaga Kabupaten Bantul agar tidak ada lonjakan (kasus Covid-19), sehingga kemarin Pak Kapolres (Bantul) lewat Wakapolres sudah siap back up Instruksi Bupati yang dikeluarkan," kata Helmi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.