Kompas.com - 03/07/2021, 14:02 WIB
Kawah Ijen Jawa Timur. shutterstock.com/mazzurKawah Ijen Jawa Timur.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi resmi menutup semua tempat wisata di sana untuk sementara pada 3-20 Juli 2021.

Penutupan itu seiring dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali dari pemerintah pusat.

Keputusan tersebut tertuang dalam SE nomor 049/SE/STPC/2021 tentang PPKM Darurat Corona Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga: Jam Buka Tempat Wisata di Banyuwangi Dibatasi Imbas Naiknya Kasus Covid-19

Dalam poin 12 SE tersebut, fasilitas umum meliputi area publik, taman umum, tempat wisata, tempat ziarah, kolam renang atau pemandian umum, dan area publik lain tutup sementara.

Lalu pada poin 13, kegiatan seni/budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, karaoke dan tempat hiburan, sarana olahraga, serta kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

"Kebijakan pembatasan ini akan berjalan selama 3-20 Juli, ini harus jadi perhatian. Ini targetnya menurunkan konfirmasi harian. Banyuwangi masuk di dalam level tiga," kata Bupati Banyuwnagi Ipuk Fiestiandani saat rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19 di Pendopo Banyuwangi, Sabtu (3/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keputusan yang bertujuan baik

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M Y Bramuda menyebutkan bahwa penutupan ini bertujuan baik.

Menurutnya, penutupan sementara sektor wisata dan pembatasan hotel dan resto selama PPKM Darurat dilakukan guna menekan angka penurunan Covid-19.

Wisatawan berada di Hutan De Jawatan yang terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur atat sekitar 45 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Wisatawan berada di Hutan De Jawatan yang terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur atat sekitar 45 kilometer dari pusat kota Banyuwangi.

Bramuda menambahkan, instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu merupakan kebijakan untuk menekan laju penularan Covid-19 yang saat ini tidak terkendali.

"Upaya penutupan sementara seluruh destinasi wisata dan juga pembatasan resto dan hotel tersebut, kami semua berharap pemulihan kesehatan akan berjalan lebih baik," katanya saat dihubungi, Sabtu (3/7/2021).

Baca juga: Itinerary Wisata Seharian di Banyuwangi, Eksotisnya Djawatan Sampai Pesona Sunset Pulau Merah

Untuk diketahui, Banyuwangi saat ini masuk zona merah Covid-19. Per Jumat 2 Juli 2021 ada tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 59 dan tiga meninggal dunia.

Secara kumualtif, ada 7.535 orang yang terpapar Covid-19, 489 kasus aktif dan 733 orang meninggal sejak pandemi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.