Kompas.com - 13/07/2021, 15:50 WIB
Suasana di Resta Pendopo yang berada di Tol Semarang-Solo KM456 KOMPAS.com/Dian Ade PermanaSuasana di Resta Pendopo yang berada di Tol Semarang-Solo KM456

 

KOMPAS.com – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Jateng) Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, sebanyak 27 pintu keluar tol di Jateng akan ditutup pada 16-22 Juli 2021.

Mengutip Kompas.com, Selasa (13/7/2021), penutupan pintu keluar tol serta pengetatan penyekatan di 224 titik dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah PPKM Darurat.

“Kendaraan yang diizinkan melintas hanya yang berkaitan dengan sektor esensial dan kritikal sesuai Permendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat,” kata dia di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa.

Baca juga: Itinerary Seharian Wisata di Banjarnegara Jateng, Main ke Desa Wisata

Dirinya mengungkapkan bahwa Covid-19 menyebar melalui mobilitas barang dan masyarakat dari dan ke wilayah tertentu.

Ahmad melanjutkan, penutupan seluruh pintu keluar tol dikarenakan Provinsi Jateng merupakan wilayah tujuan. Baik untuk mudik libur Idul Adha maupun akhir pekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dari Jakarta dan Jatim tidak bisa masuk ke Jateng, kecuali yang masuk dalam Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 15 Tahun 2021,” imbuh dia.

Daftar sektor esensial dan kritikal yang boleh melintasi penutupan tol Jawa Tengah

Sebelumnya, dikatakan bahwa sektor esensial dan kritikal dikecualikan dari penutupan semua pintu keluar tol di Jateng.

Adapun kedua sektor tersebut mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021. Berdasarkan pantauan Kompas.com lewat situs Covid19.go.id, Inmendagri tersebut telah mengalami perubahan.

Baca juga: Namanya Brekecek, Makanan Khas Cilacap

Saat ini, yang berlaku adalah Inmendagri Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Resta Pendopo KM 456 Salatiga di Tol Semarang-Solo.Dok. PT Trans Marga Jateng Resta Pendopo KM 456 Salatiga di Tol Semarang-Solo.

Untuk mengetauhi lebih lanjut seputar apa saja yang termasuk dalam sektor esensial dan kritikal, berikut Kompas.com rangkum dari Inmendagri Nomor 18 Tahun 2021:

Sektor esensial

  • Keuangan dan perbankan (hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan yang berorientasi pada layanan fisik dengan pelanggan)
  • Pasar modal
  • Teknologi informasi dan komunikasi (meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait penyebaran informasi kepada masyarakat)
  • Perhotelan non-penanganan karantina
  • Industri orientasi ekspor

Baca juga: Mengintip Bekas Rumah Bordil Zaman Penjajahan Jepang di Grobogan

Sektor kritikal

  • Kesehatan
  • Keamanan dan ketertiban masyarakat
  • Penanganan bencana
  • Energi
  • Logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat
  • Makanan dan minuman serta penunjangnya, termasuk untuk ternak atau hewan peliharaan
  • Pupuk dan petrokimia
  • Semen dan bahan bangunan
  • Obyek vital nasional
  • Proyek strategis nasional
  • Konstruksi (infrastruktur publik)
  • Utilitas dasar (listrik, air, dan pengelolaan sampah)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

Jalan Jalan
Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

Travel Update
IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

Travel Update
Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Travel Tips
Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Travel Update
Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Jalan Jalan
Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Travel Update
7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

Jalan Jalan
Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Jalan Jalan
Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Travel Update
AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

Travel Update
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Travel Update
Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Travel Update
Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X