Kompas.com - 08/09/2021, 21:08 WIB
Planetarium di Taman Pintar Yogyakarta yang pernah di kagumi oleh Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Kamis (12/9/2019). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPlanetarium di Taman Pintar Yogyakarta yang pernah di kagumi oleh Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Kamis (12/9/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Taman Pintar yang berada di Kota Yogyakarta menjadi salah satu tempat wisata yang mendapatkan rekomendasi untuk uji coba pembukaan pada masa PPKM level 3.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi membenarkan bahwa taman pintar termasuk tempat wisata yang diizinkan melakukan uji coba pembukaan pada masa PPKM level 3.

"Ya, memang Taman Pintar termasuk tempat wisata yang diizinkan melakukan uji coba pembukaan di masa PPKM ini," kata Heroe, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: 3 Tempat Wisata di Yogyakarta Dapat Rekomendasi Uji Coba Pembukaan

Dalam uji coba pembukaan tempat wisata, wisatawan diwajibkan untuk melakukan pemindaian QR Code melalui aplikasi PeduliLindungi.

Namun, Taman Pintar sendiri ditujukan untuk pengunjung anak-anak. Anak-anak di bawah usia 12 tahun belum bisa melakukan pemindaian QR Code aplikasi PeduliLindungi mengingat mereka bukan sasaran vaksin.

Baca juga: Isi Liburan Di Rumah Aja ala Taman Pintar Yogyakarta, Ada Aneka Layanan Virtual

Terkait hal itu, Heroe mengklaim bahwa sejauh ini pengunjung terbanyak Taman Pintar adalah remaja dengan rentang umur 14-16 tahun.

"Apakah pengunjung di Taman Pintar anak-anak? Sejauh ini, pengalaman yang ada sebagian besar pengunjung adalah anak-anak SMP ke atas. Umur 14-16 tahun yang paling banyak," kata dia.

Foto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan wisatawan mencuci tangan saat simulasi pembukaan wisata edukasi anak Taman Pintar di DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru.ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAH Foto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan wisatawan mencuci tangan saat simulasi pembukaan wisata edukasi anak Taman Pintar di DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru.

Lebih lanjut Heroe merinci pengunjung Taman Pintar adalah keluarga sebesar 35 persen, pengunjung rombongan sebanyak 65 persen, dan pengunjung usia di bawah 10 tahun sebanyak 10 persen.

"Tetapi nanti kita menyesuaikan dengan ketentuan dalam PPKM level 3. Saat ini teman-teman lagi melakukan registrasi di PeduliLindungi untuk mendapatkan QR Code," kata dia.

Tiket daring dan gardu masuk tap

Heroe mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan Taman Pintar sebagai salah satu percontohan penerapan protokol kesehatan di lingkup wisata.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Travel Tips
Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.