Kompas.com - 17/09/2021, 21:01 WIB
Boneka Sigale-gale yang dapat dilihat di rumah adat Batak Toba di Anjungan Sumatera Utara, TMII, Jakarta, Senin (13/9/2021). kompas.com / Nabilla RamadhianBoneka Sigale-gale yang dapat dilihat di rumah adat Batak Toba di Anjungan Sumatera Utara, TMII, Jakarta, Senin (13/9/2021).

KOMPAS.comSigale-gale merupakan boneka dari Samosir, Sumatera Utara yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Boneka kayu berbentuk menyerupai manusia ini kerap digunakan dalam acara adat dan pertunjukan untuk menyambut wisatawan yang tiba di Samosir.

Namun, tak perlu pergi jauh ke Samosir untuk bisa menyaksikan Sigale-gale. Terdapat dua tempat wisata yang memiliki boneka Sigale-gale.

Baca juga: Anjungan Sumatera Utara di TMII, Obat Rindu Wisatawan Suku Batak

Pertama adalah Anjungan Sumut di TMII. Tepatnya di dalam rumat adat Batak Toba yang berada pada sisi kanan pintu masuk anjungan.

Kamu bisa menemuinya pada sisi kiri pintu masuk rumah adat. Tepatnya di dekat deretan kain ulos dan diorama cerita rakyat Sumut.

Tempat wisata lain yang bisa dikunjungi untuk melihat Sigale-gale adalah Museum Wayang, bangunan bergaya arsitektur khas Hindia Belanda yang berlokasi di kawasan Kota Tua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Boneka Sigale-gale di Museum Wayang, Konon Bisa Bergerak Sendiri

Kendati demikian, saat ini dua tempat wisata itu tidak bisa dikunjungi. Untuk Anjungan Sumut, saat ini mereka sedang direnovasi. Sementara Museum Wayang masih ditutup karena PPKM Jawa-Bali.

Sigale-gale sendiri bukan sekadar boneka kayu. Menurut cerita turun temurun di kalangan masyarakat suku Batak, terdapat kisah pilu dibalik terciptanya boneka ini. Seperti apa kisahnya? Berikut Kompas.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (17/9/2021).

Kisah Sigale-gale, raja yang kehilangan anaknya

Pada ratusan tahun yang lalu, terdapat satu kerajaan yang tengah melakukan perebutan wilayah dengan cara berperang.

Melansir National Geographic, Selasa (22/10/2019), seorang raja mengutus anaknya yang bernama Manggale untuk mengikuti perang tersebut.

Alih-alih membawa kabar baik, pepearngan itu justru membawa kabar yang memilukan karena Manggale dinyatakan tewas dalam pertempuran.

Baca juga: 6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

Tak ayal, sang raja pun bersedih karena kehilangan putra tunggalnya yang diutus untuk turun ke medan perang. Dia pun jatuh sakit.

Hari demi hari, kesehatannya makin menurun. Dikatakan pula sang raja sudah tidak memiliki harapan lagi untuk hidup. Para penasihat yang prihatin berkumpul untuk membahas pemulihan raja supaya kembali sehat dan bisa memimpin kerajaannya lagi.

Mereka pun memanggil seorang dukun, disebut Datu, untuk membuat patung kayu dengan wajah menyerupai Manggale.

Para wisatawan menari bersama dengan boneka Sigale-gale di Samosir, Sumatera Utara.SHUTTERSTOCK / MIB stockimages Para wisatawan menari bersama dengan boneka Sigale-gale di Samosir, Sumatera Utara.

Boneka kayu mirip Manggale yang bisa bergerak

Setelah patung selesai dibuat, Datu melakukan upacara ritual untuk memanggil arwah Manggale supaya masuk ke dalam patung.

Menurut informasi dalam situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saat memanggil arwah Manggale, dia sambil meniup sordam atau alat musik khas Batak Toba yang mirip dengan seruling.

Baca juga: 7 Koleksi di Rumah Adat Batak Toba TMII, Ada Tongkat Tunggal Panaluan

Mengutip Kompas.com, Kamis (24/9/2020), Datu memanggil arwah Manggale ke dalam patung agar patung tersebut bisa bergerak.

Saat Datu meniup sordam, patung tersebut dikatakan bergerak mengikuti irama sordam dan menari sendiri tanpa bantuan manusia.

Setelah arwah sang anak masuk, patung tersebut diberikan kepada raja melalui upacara gondang sabangunan atau gondang bolon yang membuat kesehatan raja langsung membaik. Akhirnya, dia bisa memimpin kembali kerajaannya.

Baca juga: 5 Alasan Kamu Harus Berkunjung ke Anjungan Sumut di TMII

Dipakai dalam acara adat

Boneka Sigale-gale digunakan dalam acara adat, tepatnya upacara kematian di Samosir. Biasanya, upacara akan dilakukan dengan iringan gondang bolon.

Pemandu Wisata Anjungan Sumatera Utara (Sumut) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bernama Gunin mengatakan, gondang bolon adalah seperangkat alat musik tradisional Batak Toba.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.