BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Menyingkap Pesona Mandalika, Surga Tersembunyi di Pulau Lombok

Kompas.com - 17/09/2021, 15:53 WIB
Pemandangan kawasan Mandalika. www.indonesia.travelPemandangan kawasan Mandalika.
|

KOMPAS.comEksotisme Lombok seolah tak pernah habis untuk dibahas. Setelah Pulau Komodo, Pantai Merah, Kepulauan Gili, dan Gunung Rinjani, pulau kecil yang masuk ke dalam wilayah administrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini masih punya Mandalika.

Mandalika merupakan kawasan wisata seluas 1.035 hektare (ha) yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah. Banyak keunikan tersimpan di destinasi tersebut.

Tak heran, Mandalika masuk sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas yang ada #DiIndonesiaAja.

Dalam rangka menyambut World Tourism Day (WTD) atau Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada 27 September, tak ada salahnya menyingkap pesona dan fakta mengenai Mandalika, surga tersembunyi di Pulau Lombok.

Baca juga: 5 Penginapan Murah di Mandalika Lombok, Harga Mulai Rp 250.000-an

Namun, sebelumnya, jangan lupa ikuti akun Instagram @pesonaid_travel untuk mendapatkan informasi terbaru tentang pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, termasuk Mandalika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut rangkuman pesona Destinasi Super Prioritas Mandalika.

Upacara Bau Nyale merupakan tradisi masyarakat suku Sasak mencari cacing laut yang dianggap jelmaan Putri Mandalika. www.indonesia.travel Upacara Bau Nyale merupakan tradisi masyarakat suku Sasak mencari cacing laut yang dianggap jelmaan Putri Mandalika.

Mandalika merupakan nama seorang putri

Belum banyak orang tahu bahwa Mandalika merupakan nama seorang putri dari pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting. Keduanya adalah pemimpin kerajaan yang berkuasa di Gumi Sasak (Tanah Sasak) pada zaman dahulu kala.

Konon, selain berparas jelita, Putri Mandalika juga punya perangai baik. Tak heran, masyarakat setempat amat mencintai sang putri. Bahkan, banyak pangeran dari berbagai kerajaan hendak meminang Putri Mandalika.

Mengetahui hal tersebut, Putri Mandalika gamang. Ia tak ingin ada perseteruan di Gumi Sasak lantaran persaingan memperebutkan dirinya. Karena itu, sang putri akhirnya mengundang seluruh pangeran ke Bukit Seger dan memutuskan menerima lamaran mereka.

Baca juga: Itinerary 3 Hari 2 Malam Wisata Pantai di Mandalika Lombok Tengah

Usai menyatakan sikap tersebut, Putri Mandalika menjatuhkan diri dari atas bukit ke laut. Rakyat berusaha mencari jasad sang putri, tapi hasilnya nihil. Mereka malah menemukan nyale atau cacing berwarna-warni. Menurut legenda setempat, hewan itu merupakan jelmaan Putri Mandalika.

Kisah Putri Mandalika kini diabadikan dalam upacara Bau Nyale. Acara yang diadakan setiap tahun ini merupakan ritual masyarakat setempat mencari cacing laut.

Mandalika merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK) Indonesia.www.indonesia.travel Mandalika merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK) Indonesia.

Jadi kawasan ekonomi khusus

Dengan segala pesona yang dimiliki, Mandalika punya potensi besar untuk menjadi destinasi wisata #DiIndonesiaAja populer selayaknya Bali.

Oleh karena itu, sejak 2014, pemerintah menetapkan daerah ini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014.

KEK Mandalika memiliki lahan seluas 1.035 ha. Proyek ini digarap oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sukses membangun kawasan pariwisata Nusa Dua di Bali.

Baca juga: Itinerary 2 Hari 1 Malam Wisata Budaya di Mandalika Lombok Tengah

Dilansir dari laman kek.go.id, proyek KEK Mandalika meliputi pembangunan hotel bintang lima, jalan dalam kawasan sepanjang 4 kilometer (km), Masjid Mandalika, dan instalasi pengolahan air bersih berteknologi sea water reverse osmosis. Pantai Kuta Mandalika dan laguna di kawasan tersebut juga dioptimalkan.

Sejumlah infrastruktur penunjang pun telah dipersiapkan. Sebut saja, Pelabuhan Lembar berjarak 46 km dari Mandalika, ruas jalan Penunjak-Kuta sepanjang 18,2 km, dan Bandara Internasional Lombok berjarak 18 km, serta Gardu Induk Kuta sebesar 150 kilovolt (kv).

Lewat pembangunan itu, Mandalika ditargetkan menyerap investasi hingga Rp 40 triliun dan tenaga kerja sebanyak 587.000 jiwa hingga 2025.

Penampakan sirkuit internasional Mandalika.www.indonesia.travel Penampakan sirkuit internasional Mandalika.

Sering jadi venue olahraga internasional

Sepanjang perjalanan proyek KEK Mandalika, daerah ini kerap jadi venue atau arena bagi perhelatan olahraga, baik tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga: MotoGP Mandalika 2021 Diharap Dongkrak Wisatawan ke Lombok Tengah

Sebut saja, TNI Mandalika International Marathon 2018, Trip of Indonesia (TROI) 2019, Moto Cross 2019, Mandalika Off Road Championship 2019, dan Mandalika Association Hotel (MAH) Open 2020 Surfing Competition.

Dalam waktu dekat, Mandalika akan menjadi tuan rumah kejuaraan World Superbike pada 14 November 2021. Kemudian, ajang MotoGP 2022 yang juga direncanakan mampir ke Sirkuit Internasional Mandalika.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan bahwa Kawasan Mandalika layak menjadi lokasi gelaran wisata olahraga atau sport tourism.

“Pasalnya, kami baru saja menyelesaikan mini triathlon trail, mulai dari berenang di Tanjung Aan, lalu bersepeda, dilanjutkan lari dengan titik akhir di Pantai Kuta Mandalika,” ujarnya seperti diberitakan Kontan, Sabtu (16/1/2021).

Pantai Tanjung Aan, spot menarik di Mandalika.www.indonesia.travel Pantai Tanjung Aan, spot menarik di Mandalika.

Punya banyak pantai menawan

Pantai merupakan salah satu potensi alam yang menjadikan sebuah daerah menarik untuk dikunjungi. Nah, Mandalika sendiri punya pantai dengan pemandangan beragam dan indah.

Bila ingin menikmati keindahan alam sekaligus lanskap kota, kamu bisa menyambangi Pantai Kuta Mandalika. Kawasan pantai ini dikelilingi pepohonan rindang dan gazebo yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk bersantai, terutama saat cuaca sedang terik.

Ada pula Pantai Seger yang menjadi spot terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam. Gugusan bukit kecil yang ada di pantai ini juga bakal membuat kamu seakan berada di Raja Ampat.

Baca juga: Bau Nyale, Momen Berburu Cacing Nyale Perwujudan Purti Mandalika

Bagi penggemar selancar, Pantai Tanjung Aan layak untuk dicoba. Pantai ini terkenal dengan ombak yang besar lagi indah.

Selain itu, kamu juga bisa mencoba berselancar di Pantai Gerupuk dengan spot surfing terbaik, yaitu Batu Teong (Dondon), Prigi (inside), Gili Goleng (outside right), Batu Lawang (kids point), dan Terasaq (outside left).

Desa Sade, salah satu kawasan pengrajin tenun ikat dan songket Lombok.www.indonesia.travel Desa Sade, salah satu kawasan pengrajin tenun ikat dan songket Lombok.

Desa tenun yang mendunia

Tidak jauh dari Mandalika, tepatnya 7 km ke arah utara, terdapat Desa Sade. Desa ini merupakan rumah bagi pengrajin tenun ikat dan songket Lombok. Hasil kerajinan Desa Sade pun sudah terkenal hingga mancanegara.

Itu berarti, wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman leisure trip, tapi juga menambah wawasan akan budaya Indonesia, khususnya tradisi suku Sasak saat berwisata ke Mandalika.

Baca juga: Membuka Kembali Legenda Putri Mandalika...

Di samping Desa Sade, kawasan pengrajin tenun Lombok juga bisa ditemukan di Desa Sukarara yang berjarak 26 km dari Mandalika atau 40 menit perjalanan dengan mobil.

Selain itu, pusat kerajinan serupa juga terdapat di Desa Ende. Untuk menuju ke lokasi ini, wisatawan harus menempuh waktu perjalanan kurang lebih 15 menit dari Desa Sade.

Tak hanya bisa membeli kain tenun jadi, kamu juga dapat menyaksikan pembuatan kain tradisional secara langsung di desa-desa tersebut. Bahkan, tak jarang pengunjung dipersilakan untuk mencoba menenun kain sendiri sebagai sarana belajar.

Namun, bila ingin segera memiliki produk tenun ikat atau songket asal Lombok, kamu bisa membeli secara daring melalui platform #BeliKreatifLokal milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di tautan ini.

Bukit Merese.www.indonesia.travel Bukit Merese.

Punya bukit-bukit eksotik

Mandalika menjadi salah satu spot terbaik di Indonesia untuk menikmati pemandangan matahari terbit ataupun tenggelam. Pasalnya, kawasan ini dikelilingi perbukitan nan eksotik.

Salah satunya, Bukit Merese yang berada di kawasan Pantai Tanjung Aan. Saat musim hujan, suasana di sana terasa lebih sejuk, dengan punggung dan puncak bukit yang ditumbuhi rerumputan pendek.

Baca juga: Naik DAMRI, Turis Bisa Berkunjung ke Mandalika NTB

Sementara, pada musim kemarau, rerumputan akan menguning. Meski begitu, pemandangan saat momen tersebut tak kalah menarik dengan musim hujan.

Selain itu, ada pula Bukit Pink yang terletak di sekitar jalan khusus kawasan The Mandalika. Di sana, kamu disuguhkan pemandangan cantik dari ribuan bougainvillea berwarna merah muda.

Itulah enam fakta menarik dari Destinasi Super Prioritas Mandalika yang bisa dijadikan referensi. Saat situasi pandemi mereda dan kamu berkesempatan pergi ke sana, jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) 6M yang berlaku.

Adapun prokes 6M meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Pastikan juga kamu sudah mengikuti program vaksinasi dari pemerintah. Selain dapat melindungi diri dan orang terdekat dari Covid-19, vaksinasi juga dijadikan syarat untuk bepergian di Indonesia.

Saat ini, Kemenparekraf tengah menggelar program berhadiah Pesona Punya Kuis (PUKIS) dengan total hadiah senilai jutaan rupiah.

Adapun peserta yang ingin mengikuti kuis tersebut harus memenuhi persyaratan, yaitu menjawab satu pertanyaan yang diberikan melalui akun Instagram @pesonaid_travel dan tag tiga orang teman.

Jadi, jangan sampai melewatkan kesempatan ini, ya!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Travel Update
Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Travel Update
10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

Jalan Jalan
Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Travel Update
Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Travel Update
Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.