Kompas.com - 15/12/2021, 06:21 WIB
Ilustrasi karantina dari perjalanan luar negeri. FREEPIKIlustrasi karantina dari perjalanan luar negeri.

KOMPAS.com - Menindaklanjuti munculnya virus corona varian baru Omicron di dunia, Indonesia melakukan pengetatan dengan membuat aturan baru karantina 10 hari.

Baru-baru ini, pengawasan terkait aturan karantina setelah kembali dari luar negeri menjadi sorotan.

Ini terjadi ketika salah seorang anggota DPR RI, Mulan Jameela, diduga tidak menjalani karantina 10 hari sepulang dari luar negeri.

Padahal, guna menekan penyebaran Covid-19, baik WNI maupun WNA dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, wajib menjalani karantina dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Melansir dari Kompas.com, Selasa (14/12/2021), menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harhuwono, pelanggar ketentuan karantina sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 23 Tahun 2021 perlu ditindak tegas.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang Masa Karantina dari Luar Negeri hingga 10 Hari

Aturan karantina dari perjalanan luar negeri

Karantina 10 hari mandiri yang dilakukan dari rumah hanya diperbolehkan bagi kepala perwakilan asing dan keluarganya.Unsplash/Kelly Sikkema Karantina 10 hari mandiri yang dilakukan dari rumah hanya diperbolehkan bagi kepala perwakilan asing dan keluarganya.

Adendum SE yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Suharyanto pada tanggal 2 Desember 2021 dimaksudkan untuk mengubah ketentuan lama waktu karantina dan waktu tes RT-PCR kedua bagi pelaku perjalanan internasional.

Melalui adendum terbaru ini, Satgas mengubah beberapa ketentuan protokol kesehatan pada SE Satgas 23/2021.

Semua pelaku perjalanan internasional, baik yang berstatus warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA), harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut:

  • Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina selama 10 x 24 jam;
  • Dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 10 x 24 jam sebagaimana dimaksud pada huruf d (poin sebelumnya); dan
  • Bagi WNI dan WNA dilakukan tes RT-PCR kedua dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Pada hari ke-9 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 10 x 24 jam; atau
  • Pada hari ke-13 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 14 x 24 jam.

Menurut Surharyanto, Adendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 3 Desember 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan. Kemudian, akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan.

Baca juga:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.