Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Natal Identik dengan Pohon Cemara, Begini Sejarahnya

Kompas.com - 25/12/2021, 15:15 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

Tahun 1882 ketika berjalan pada malam hari, Luther terkesan karena melihat kelap-kelip bintang dari sela-sela pepohonan. Ia lantas terinspirasi ingin menghadirkan sinar-sinar itu dengan memasangkan lilin pada pohon yang ada di rumahnya.

Baca juga: 6 Gereja Kuno di Jakarta, Cocok Dikunjungi Saat Libur Natal

Kemudian, imigran Jerman membawa tradisi ini saat mereka bermukim di negara lain. Pada abad ke-18, kata Cusack, pohon Natal sudah ada di seluruh Eropa.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa masyarakat Eropa sebenarnya sudah biasa memajang pohon di rumah mereka dan mendekorasinya sejak abad ke-16. Dekorasi ini berupa kertas berwarna, mainan kecil, makanan, dan terkadang lilin.

Diduga populer sejak dibawa keluarga kerajaan Inggris

Banyak sejarawan yang menilai bahwa tradisi pohon cemara saat Natal dipopulerkan oleh keluarga kerajaan Inggris pada 1864, yaitu Pangeran Albert, suami Ratu Victoria.

Mengutip History, muncul gambar ilustrasi Ratu Victoria bersama Pangeran Albert berdiri di sekitar pohon natal bersama anak-anak mereka. Pohon itu didekorasi dengan berbagai hiasan seperti lilin, permen, kue mewah, dan lain-lain yang digantung oleh pita serta rantai kertas.

The Telegraph juga menyampaikan bahwa Pangeran Albert menumbuhkan pohon tersebut di Istana Windsor. Hal ini banyak diterima, karena Pangeran Albert berasal dari Jerman yang merupakan tempat tradisi pohon natal berasal.

Baca juga: Ucapan Selamat Natal dalam Bahasa Daerah, Ada Bahasa Batak dan Bahasa Jawa

Pada saat itu, Ratu Victoria adalah seorang trendsetter pada zamannya, sehingga tradisi tersebut berkembang di seluruh dunia.

Tak hanya menghias pohon Natal, tradisi ini menjadi lebih kompleks pada pertengahan abad ke-19. Perayaan Natal pun menjadi lebih ramai dengan tradisi kartu natal, tukar kado, makan kue pai, dan lain sebagainya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

Jalan Jalan
Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Travel Update
Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com