Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Puasa di Krakow, Polandia, Dapat Buka Bersama dari Donatur

Kompas.com - 19/04/2022, 18:31 WIB
Desi Intan Sari,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Seorang mahasiswa asal Bandung bernama Viddy Ranawijaya yang kini tengah mengambil studi di Krakow, Polandia membagikan pengalaman puasanya di negeri orang.

Viddy yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa Erasmus Mundus Joint-Master’s Euroculture dan sedang menempuh pendidikan di Jagiellonian University in Kraków ini menyebutkan, puasa tahun ini di Krakow durasinya cukup panjang. 

Alasannya adalah karena bulan Ramadhan tahun 2022 jatuh pada musim semi yang membuat tenggelamnya matahari atau sunset lebih lama. 

Baca juga: Cerita WNI Puasa di Wakayama Jepang, Tak Ada Azan sebab Masjid Jauh

“Sahurnya mundur bisa sampai pukul 04.30 (waktu setempat), ya mirip dengan di Indonesia, tapi untuk waktu berbuka lebih lama. Kita menunggu sunset, sekitar pukul 07.30. Ya puasanya sekitar 15 jam,” kata Viddy kepada Kompas.com, Selasa (19/4/2022).

Berbicara mengenai perbedaan puasa di Indonesia dan Polandia, Viddy merasakan bahwa suasana-lah yang membuat ibadah pada bulan Ramadhan terasa berbeda.

Jika di Indonesia banyak teman yang berpuasa, di Polandia rekan-rekannya tidak berpuasa, oleh karena itu, dia jadi merindukan momen Ramadhan di negara tercinta.

Baca juga: Pengalaman WNI Puasa di China Saat Pembatasan Covid-19, Masjid Tutup  

“Kita kangen puasa di rumah karena aroma Ramadhan itu beda banget. Kalau di Indonesia, lewat di jalan apalagi sore hari ada banyak banget penjual makanan. Ada yang jual takjil, kolak pisang, es campur,” tutur Viddy.

Selain itu, kumpul bersama keluarga saat berbuka puasa juga hal yang dia rindukan. Meski begitu, Viddy juga merasa senang bisa puasa di Polandia

Viddy Ranawijaya saat buka puasa bersama teman sekelasnya di PolandiaDok. Viddy Ranawijaya Viddy Ranawijaya saat buka puasa bersama teman sekelasnya di Polandia

Hal yang membuatnya merasa senang adalah bisa mengenalkan budaya Ramadhan di Indonesia ke masyarakat sekitar dan teman sekelasnya. 

Bahkan, dia juga sempat mengundang teman-teman sekelasnya untuk merasakan pengalaman berbuka puasa. 

Baca juga: Pengalaman Puasa WNI di Okinawa Jepang, Wajib Atur Waktu Istirahat

Alhasil banyak dari mereka yang merasa senang dan menjadi menghargai orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. 

Orang Polandia juga puasa

Viddy mengatakan bahwa orang-orang di Polandia juga sudah familier dengan puasa karena kebanyakan menganut agama Katolik. Mereka juga menjalankan puasa, tetapi dengan cara berbeda. 

“Banyak banget orang yang sudah familier dengan puasa karena puasa itu juga dijalankan oleh masyarakat Polandia dengan cara berbeda, yakni saat menjelang Paskah selama 40 hari,” katanya. 

Hal itu membuat masyarakat Polandia cukup menghargai umat Islam yang berpuasa karena sudah mengerti puasa. Mereka juga mengajak Viddy mengobrol soal puasa, sehingga ada exchange knowledge (bertukar ilmu).”

Potret Viddy Ranawijaya  di PolandiaDok. Viddy Ranawijaya Potret Viddy Ranawijaya di Polandia

Sementara itu, untuk mendapatkan makanan halal di dekat tempat tinggalnya, khususnya untuk jenis daging, cukup sulit. Terlebih, komunitas muslim di negara tersebut juga tak besar. 

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com