Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Hari Raya Waisak dan Kenapa Tanggal Perayaannya Berubah-ubah

Kompas.com - 11/05/2022, 15:06 WIB
Desi Intan Sari,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Apa itu Hari Raya Waisak?

Hari Raya Trisuci Waisak itu memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran, pencerahan, dan kematian Siddharta Gautama.

Siddharta Gautama yang juga disebut Sang Buddha, telah mendapat pencerahan, kemudian juga menyebarkan dharma atau kebaikan ke dunia. 

Dilansir dari Kompas.com, Senin (13/12/2021), kelahiran Siddharta Gautama terjadi di Taman Lumbini pada tahun 623 SM (sebelum masehi).

Pada saat kelahiran Siddharta Gautama, pimpinan Asita Kaladewala pun meramalkan bahwa nantinya Siddharta Gautama akan menjadi seorang Chakrawatin atau Maharaja Dunia.

Lalu pada umur 35 tahun, Siddharta Gautama mendapatkan Penerangan Agung, kemudian menjadi Buddha di Bodh Gaya. Ada juga kepercayaan yang menyebut bahwa pada usia 30, ia sudah menjadi Buddha.

Baca juga: 10 Tradisi Waisak dari Berbagai Negara di Dunia

Menurut Suhadi setelah mendapatkan pencerahan, Siddharta sudah dipanggil sebagai Sakyamuni.

“Sakyamuni artinya orang bijak yang berasal dari suku Sakya,” sebut Suhadi. 

Sang Buddha Gautama kemudian pergi berkelana untuk menyebarkan dharma, selama 45 tahun lamanya setelah menerima Penerangan Agung. Buddha Gautama wafat pada 543 SM di saat usianya menginjak 80 tahun. 

Atas wafatnya Sang Buddha, para pengikutnya melakukan sujud sebagai penghormatan terakhir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Hotel Accor Meriahkan Java Jazz 2024 dengan Kuliner dan Hiburan

Hotel Accor Meriahkan Java Jazz 2024 dengan Kuliner dan Hiburan

Travel Update
787.900 Turis China Kunjungi Indonesia pada 2023, Sebagian ke Labuan Bajo

787.900 Turis China Kunjungi Indonesia pada 2023, Sebagian ke Labuan Bajo

Travel Update
4 Aktivitas yang bisa Dilakukan di Hutan Kota Babakan Siliwangi

4 Aktivitas yang bisa Dilakukan di Hutan Kota Babakan Siliwangi

Jalan Jalan
Sempat Tutup karena Longsor, Kali Udal Gumuk di Magelang Buka Lagi

Sempat Tutup karena Longsor, Kali Udal Gumuk di Magelang Buka Lagi

Travel Update
Hutan Kota Babakan Siliwangi : Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Hutan Kota Babakan Siliwangi : Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
75.000 Orang Kunjungi Candi Borobudur Saat Peringatan Waisak 2024

75.000 Orang Kunjungi Candi Borobudur Saat Peringatan Waisak 2024

Travel Update
5 Kota Terbaik di Dunia Menurut Indeks Keberlanjutan Destinasi Global

5 Kota Terbaik di Dunia Menurut Indeks Keberlanjutan Destinasi Global

Travel Update
Pengembangan Kawasan Parapuar di Labuan Bajo Terus Diperkuat Penguatan Konten Budaya Manggarai

Pengembangan Kawasan Parapuar di Labuan Bajo Terus Diperkuat Penguatan Konten Budaya Manggarai

Travel Update
Ada Rencana Penerbangan Langsung Rusia-Bali pada Musim Libur 2024

Ada Rencana Penerbangan Langsung Rusia-Bali pada Musim Libur 2024

Travel Update
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat Ke-22 di Dunia

Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat Ke-22 di Dunia

Travel Update
DIY Ketambahan 25 Warisan Budaya Tak Benda, Pokdarwis Digandeng Ikut Lestarikan

DIY Ketambahan 25 Warisan Budaya Tak Benda, Pokdarwis Digandeng Ikut Lestarikan

Travel Update
Long Weekend Waisak Jumlah Penumpang Kereta Api di Yogya Naik 41 Persen

Long Weekend Waisak Jumlah Penumpang Kereta Api di Yogya Naik 41 Persen

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com