Kompas.com - 12/05/2022, 12:03 WIB
Ilustrasi wisata Bali. DOK KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIFIlustrasi wisata Bali.

KOMPAS.com - Delegasi G20 sependapat bahwa penyusunan "Bali Guideline" akan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi global yang berpusat pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Adapun penyusunan Bali Guideline menjadi salah satu outcome document dari pelaksanaan Tourism Working Group.

"Selama dua hari terakhir, kami telah berkumpul untuk mempertimbangkan bagaimana upaya dalam mendorong pemulihan pariwisata dan membuat pariwisata lebih inklusif dan tangguh melalui pedoman Bali dan lima garis tindakannya,” kata Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh, di Labuan Bajo, NTT, Rabu (11/05/2022) malam, seperti dikutip Kompas.com dari keterangan tertulis.

Baca juga: 5 Hal yang Jadi Fokus Tourism Working Group G20 2022 di NTT

Nantinya, isu yang terdapat dalam Bali Guideline akan dibahas kembali dalam Tourism Working Group Meeting kedua untuk disepakati bersama pada Tourism Ministerial Meeting pada 26 September 2022.

"Kami akan memastikan bahwa pariwisata dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik. Termasuk dengan memperluas peluang pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan, mengubah cara pelatihan kami di bidang pariwisata," ucap Frans.

5 line of action

Pada kesempatan tersebut, para delegasi G20 menyampaikan pendapat mengenai lima line of action yang menjadi fokus utama dalam forum "The 1st Tourism Working Group".

Di antaranya adalah isu human capital berkesaan dengan pekerjaan, skill, enterpreneurship, dan edukasi.

Para delegasi sepakat untuk meningkatkan pelatihan reskilling dan upskilling yang berkelanjutan.

Baca juga: Goa Alam, Pilihan Wisata untuk Para Delegasi G20

Ilustrasi wisata Bali.DOK KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Ilustrasi wisata Bali.

Selain itu, pada line of action kedua adalah inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Fokus pembahasannya adalah penguatan digitalisasi pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Adapun line of action ketiga adalah women and youth empowerment. Pada isu ini, fokusnya adalah kesetaraan gender yang lebih baik dalam hal kompensasi dan representasi perempuan dalam peran kepemimpinan, serta menekankan pentingnya program pelatihan untuk mendukung pengusaha muda di bidang pariwisata.

Baca juga: 5 Fakta Garuda Wisnu Kencana Bali, Lokasi Makan Malam KTT G20

Sementara line of action keempat adalah climate action, biodiversity conservations, and circular economy. Delegasi berkomitmen untuk membuat pariwisata global yang berkelanjutan.

Line of action terakhir adalah kerangka kebijakan, tata kelola, dan investasi. Fokus para delegasi G20 adalah menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan investasi dalam pariwisata adalah investasi inklusif yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami telah mencatat semua yang poin dalam forum ini. Masukan serta intervensi para panelis sangat bermanfaat dalam penyempurnaan Bali Guideline. Setelah ini kami akan membagikan conclusion tersebut kepada semua delegasi," ungkap Frans.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.