Selain Pantai Losar, Pantai Akkarena juga menjadi pilihan destinasi wisata ramah anak di Kota Makassar. Pantai ini menawarkan panorama sunset yang eksotis, seperti dikutip dari Kompas.com (18/8/2023).
Pantai yang buka pada 1998 ini, juga menawarkan fasilitas tempat duduk, restoran, kafe, dan olahraga air. Beberapa olahraga air yang bisa dijajal, antara lain banana boat, jetski, bicycle water, dan pedal duck bike.
Jika ingin berkunjung, lokasinya berada Jalan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Pada hari biasa, harga tiket masuknya mulai Rp 10.000, sedangkan pada akhir pekan harga tiket masuknya mulai Rp 15.000.
Selain berwisata, anak-anak bisa belajar sejarah di Benteng Rotterdam yang merupakan salah satu ikon Kota Makassar. Berdasarkan informasi dari Kompas.com (19/8/2021), Benteng Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang terletak di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar.
Benteng ini dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-10, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung dengan gelar Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Awalnya, benteng ini bernama Benteng Jumpandang atau Benteng Ujung Pandang.
Namun, pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, benteng ini terpaksa diserahkan kepada Belanda, sebagai bagian dari Perjanjian Bongaya usai kalah dalam Perang Makassar. Setelah jatuh ke tangan Belanda, bangunan Benteng Ujung Pandang diubah menjadi bergaya arsitektur Belanda, dengan nama Benteng Fort Rotterdam.
Baca juga:
Destinasi wisata lainnya untuk mengenalkan sejarah kepada anak-anak adalah Museum Kota Makassar. Lokasinya berada di Jalan Balaikota Nomor 11A, Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.
Bangunan museum ini dulunya adalah gedung balaikota lama yang didirikan pada 1916. Anak-anak bisa melihat beragam koleksi benda bersejarah, seperti foto peristiwa bersejarah, uang kuno, dan sebagainya.
Meskipun usianya sudah puluhan hingga ratusan tahun, namun benda bersejarah tersebut masih terawat. Bangunan Museum Kota Makassar kental ddengan nuansa kolonial yang akan membuat perjalanan wisatawan menggali sejarah di sini semakin berkesan.
Obyek wisata ini bisa menjadi saran eduwisata bagi anak-anak, khususnya mengenai tanaman mangrove dan fungsinya. Hutan mangrove satu-satunya di Kota Makassar ini, berlokasi di Desa Wisata Lantebung, Kelurahan Wira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Kawasan mangrove seluas 30 hektar ini, merupakan pelindung permukiman warga dari ombak dan angin kencang, berdasarkan informasi dari Kompas.id. Mangrove telah menjadi bagian dari kehidupan penduduk Lantebung, bahkan sebelum 1970-an.
Keberadaan mangrove Lantebung sempat habis, namun masyarakat setempat kembali menanam tumbuhan pesisir tersebut setelah menyadari pentingnya keberadaan mangrove. Kini, mangrove Lantebung menjadi salah satu destinasi wisata alam di Makassar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.