Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/11/2023, 15:13 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tak tergerus oleh adanya toko-toko buku besar, Post Bookshop di Pasar Santa tetap mempertahankan eksistensinya sebagai toko buku independen. 

Berdiri sejak 2014, sang pendiri yaitu pasangan Teddy W. Kusuma dan Maesy Angelina berupaya menciptakan ruang publik dan diskusi bagi pencinta buku. 

"Pemiliknya memang suka baca buku, jadi mereka ingin punya tempat untuk orang-orang yang senang baca berkumpul," kata Bookshop Keeper bernama Shinta saat ditemui di lokasi, Rabu (1/11/2023). 

Baca juga: 3 Aktivitas di Post Bookshop Pasar Santa, Tidak Cuma Beli Buku

Ia menjelaskan, arti nama Post sendiri berasal dari "Pos Kamling", atau tempat untuk berkumpul.

Tempatnya pun didesain sedemikian rupa agar pengunjung merasa betah dan nyaman. 

"Filosofinya begitu agar orang-orang bisa bertemu dan berkumpul, terutama untuk yang suka baca buku," imbuhnya. 

Tawarkan buku penerbit independen

Di sini, kamu bisa menemukan buku-buku unik yang mungkin tidak akan ditemukan di toko-toko buku konvensional.

Tampak depan POST Bookshop di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin (1/11/2023).KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI Tampak depan POST Bookshop di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin (1/11/2023).

Sebab, menawarkan alternatif berbeda, Post Bookshop ingin agar pengunjung bisa menemukan buku-buku alternatif yang juga berkualitas bagus, tetapi mungkin belum best seller di pasaran.

Untuk buku berbahasa Indonesia, misalnya, kebanyakan terbitan indie alias penerbit kecil.

"Sebenarnya buku-buku ini udah mulai gampang dicari, tapi kami memang memilih yang mana yang rasanya cocok dengan orang-orang yang datang ke sini, sama mana yang kami sukai," ujar Shinta. 

Baca juga: Pasar Santa: Lokasi, Fasilitas, dan Jam Buka Terkini

Sehingga, tak hanya sekadar berjualan buku, ia menyebut keempat pengelola Post Bookshop ingin memperkenalkan buku-buku yang masih jarang ditemukan. 

"Kami mau menyediakan tempat untuk buku-buku yang mungkin orang belum tahu, kami mau mengenalkan itu," terangnya. 

Meski pada awalnya sempat mengutamakan buku-buku yang sudah diketahui dan sukai, kemudian mereka kini juga mengikuti permintaan dan minat pengunjung.

Kendati demikian, Shinta mengatakan pihaknya tetap melakukan kurasi.

"Karena kan tempatnya kecil ya, enggak bisa punya banyak koleksi juga, jadi benar-benar dikurasi aja," kata Shinta. 

Baca juga: 4 Tips Beli Buku di Post Santa, Datang Saat Hari Kerja

Beragam jenis genre buku, mulai dari sastra, puisi, cerpen, fiksi, non-fiksi, hingga buku anak-anak tersedia di Post Bookshop.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com