Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sandiaga Sebut 5 Cara Tingkatkan Pergerakan Wisatawan Indonesia

Kompas.com - 28/02/2024, 11:03 WIB
Krisda Tiofani,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

3. Susun pola perjalanan

Travel pattern atau pola perjalanan juga dapat membantu memudahkan wisatawan yang ingin berlibur ke sejumlah daerah di Indonesia.

"Harus ada pola-pola perjalanan yang menyentuh destinasi-destinasi wisata dan mempromosikannya secara masif," ucap Menparekraf.

Ia melanjutkan, pola perjalanan ini bisa disusun dengan targeted program (program yang ditargetkan), segmented marketing (pemasaran yang tersegmentasi), dan digitalisasi.

Hal ini membutuhkan kerja sama antardaerah untuk menyusun pola perjalanan dalam rangka BBI dan BBWI.

4. Promosi dan jual potensi pariwisata

Petani kopi, salah satu mata pencaharian warga Desa Wisata Sunrise Hill Petik Bintang Lampungjadesta.kemenparekraf.go.id Petani kopi, salah satu mata pencaharian warga Desa Wisata Sunrise Hill Petik Bintang Lampung

Menparekraf mendorong setiap daerah untuk menjual potensi pariwisata demi meningkatkan angka pergerakan wisnus, serta pertumbuhan ekonomi.

"Kita harus mendorong wisatawan untuk menjadi rombongan yang jalan-jalan dan beli-beli," kata Sandiaga.

Promosi potensi pariwisata, seperti 6.000 desa wisata, ini bisa dilakukan via media sosial untuk menarik kedatangan wisnus.

5. Tingkatkan kerja sama antardaerah 

Ilustrasi wisatawan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).Dok. Pexels/Alifia Harina Ilustrasi wisatawan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menparekraf meyakini bahwa target pergerakan wisnus 2023 sebesar 1,2-1,4 miliar sebenarnya tercapai.

Hanya saja, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angkanya bahkan belum mencapai satu miliar.

Itu sebanya, perlu adanya kerja sama antardaerah untuk mencapai catatan realisasi oleh BPS.

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Berkunjung ke Koryu Space Japan Foundation, Gratis Masuk

Cara Berkunjung ke Koryu Space Japan Foundation, Gratis Masuk

Travel Tips
Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

BrandzView
Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Travel Update
Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Travel Update
Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Travel Update
Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com