Kompas.com - 27/10/2013, 12:19 WIB
Beragam jenis kain tenun Sumba digelar dalam pameran bertajuk ”Wastra Sumba: Warisan Dunia dari Indonesia” di Museum Tekstil, Jakarta, Jumat (11/10/2013). Pameran menampilkan 80 lembar kain tradisional Sumba. KOMPAS/IWAN SETIYAWANBeragam jenis kain tenun Sumba digelar dalam pameran bertajuk ”Wastra Sumba: Warisan Dunia dari Indonesia” di Museum Tekstil, Jakarta, Jumat (11/10/2013). Pameran menampilkan 80 lembar kain tradisional Sumba.
EditorI Made Asdhiana
TIDAK sekadar indah, selembar kain tenun Sumba juga penuh makna. Relasi masyarakat dengan kain tenun Sumba dalam kehidupan mereka diawali saat kelahiran, disusul pernikahan, hingga akhirnya kematian. Sayang, keindahan kain Sumba justru lebih banyak dikagumi orang asing.

Sumba kain atau berarti juga kain Sumba merujuk pada hinggi, yaitu busana adat lelaki Sumba Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hinggi berbentuk lembaran empat persegi panjang dengan ukuran sisi terpanjang sekitar 250 sentimeter dan sisi terpendek 80-150 sentimeter.

Di Sumba Timur, sentra kain Sumba terdapat di sejumlah pesisir utara dan timur laut, yaitu di Kanatang, Kambera, Rindi, Umalulu, dan Mangili. Sementara di Sumba Barat, sentra kain Sumba, antara lain, terdapat di Kodi, yang tepatnya berada di Sumba bagian barat daya.

Apabila dahulu kain Sumba hanya dikerjakan kaum perempuan, saat ini banyak pula kaum lelaki yang terlibat dalam pembuatan kain Sumba.

Hal ini karena manfaat ekonomi dari kain Sumba yang semakin menguat. Pembuatan kain Sumba tidak sekadar menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Sumba, tetapi telah menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat di daerah tersebut.

Namun, seperti halnya persoalan di banyak tempat di Tanah Air, tidak banyak anak muda yang tertarik belajar membuat kain Sumba. Panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk membuat kain Sumba sulit dipenuhi anak-anak muda yang pada masa kini memiliki banyak tuntutan dalam hidup. Salah satunya adalah tuntutan untuk bersekolah.

Perajin kain Sumba dari Desa Rende, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Rambu Margaretha, mengatakan, saat ini pembuatan kain Sumba lebih banyak dilakukan orang dewasa. Saat ini bahkan banyak orang tua berusia di atas 70 tahun yang meneruskan tradisi menenun kain di Sumba.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Orang-orang tua itu membuat kain Sumba tanpa perlu menggambar atau membuat sketsanya lebih dulu. Motif atau coraknya langsung dibuat pada saat menenun dengan cara diikat. Sekarang banyak yang tidak bisa seperti itu. Motif atau corak kain harus digambar lebih dahulu di atas kain, baru kemudian diikat,” tutur Rambu.

Proses pembuatan kain Sumba, dikatakan Rambu, memakan waktu cukup lama, tergantung dari kerumitan motifnya. Salah satu kain Sumba yang memiliki tingkat kesulitan tinggi adalah kain Sumba yang motifnya mirip kain patola dari India. ”Terlalu banyak yang diikat,” kata Rambu.

Harga kain Sumba juga dibedakan menurut jenis pewarna yang digunakan. Untuk kain Sumba yang menggunakan pewarna sintetis, dikerjakan selama 5-6 bulan, harganya Rp 500.000-Rp 1 juta. Sementara kain Sumba yang menggunakan pewarna alami, dikerjakan selama 8 bulan-2 tahun, harganya jauh lebih mahal dari kain Sumba dengan pewarna sintetis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Travel Update
Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary
Obyek Wisata di Sekitar Nawang Jagad Kaliurang, Ada Museum Gunungapi Merapi

Obyek Wisata di Sekitar Nawang Jagad Kaliurang, Ada Museum Gunungapi Merapi

Jalan Jalan
Garuda Wisnu Kencana Bali Buka Lagi, Hanya Saat Akhir Pekan

Garuda Wisnu Kencana Bali Buka Lagi, Hanya Saat Akhir Pekan

Travel Update
6 Oleh-oleh Makanan Khas Banjarmasin, Ada Sambal Acan

6 Oleh-oleh Makanan Khas Banjarmasin, Ada Sambal Acan

Jalan Jalan
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Tanjung Selor Kalimantan Utara

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Tanjung Selor Kalimantan Utara

Itinerary
Tips Kunjungi Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Wajib Coba Menu Andalan

Tips Kunjungi Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Wajib Coba Menu Andalan

Travel Tips
Fasilitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Bangunan Khas Bali

Fasilitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Bangunan Khas Bali

Jalan Jalan
Festival Indonesia Hidden Heritage Week, Upaya Memajukan Wisata Sejarah Indonesia

Festival Indonesia Hidden Heritage Week, Upaya Memajukan Wisata Sejarah Indonesia

Travel Update
Itinerary 1 Hari di Wonogiri, Bisa Nikmati Suasana ala Bali

Itinerary 1 Hari di Wonogiri, Bisa Nikmati Suasana ala Bali

Itinerary
5 Tempat Wisata di Sekitar Candramaya Pool and Resort Klaten

5 Tempat Wisata di Sekitar Candramaya Pool and Resort Klaten

Jalan Jalan
Sepeda Motor Tidak Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata Gunungkidul

Sepeda Motor Tidak Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata Gunungkidul

Travel Update
Rute dan Harga Tiket Masuk Candramaya Pool and Resort Klaten

Rute dan Harga Tiket Masuk Candramaya Pool and Resort Klaten

Jalan Jalan
7 Tips Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten, Reservasi dari Jauh Hari

7 Tips Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten, Reservasi dari Jauh Hari

Travel Tips
Mengintip Pesona Desa Penglipuran di Bali, Desa Terbersih Ketiga di Dunia

Mengintip Pesona Desa Penglipuran di Bali, Desa Terbersih Ketiga di Dunia

BrandzView

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.