Kompas.com - 01/12/2013, 21:44 WIB
Kereta api wisata bertenaga batu bara, Mak Item, dipakai untuk membawa pebalap sepeda menuju ke lokasi start etape 6A Tour de Singkarak 2011 Sawahlunto menuju Istano Basa Pagaruyung, Sumatera Barat, Sabtu (11/6/2011).  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Kereta api wisata bertenaga batu bara, Mak Item, dipakai untuk membawa pebalap sepeda menuju ke lokasi start etape 6A Tour de Singkarak 2011 Sawahlunto menuju Istano Basa Pagaruyung, Sumatera Barat, Sabtu (11/6/2011).
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com — Kota Sawahlunto sejak zaman Belanda terkenal dengan tambang batubaranya, tetapi perlahan-lahan kota ini berkembang menjadi kota wisata di Sumatera Barat dengan sejumlah strategi yang dimilikinya.

Wali Kota Sawahlunto Amran Nur mengatakan, strategi untuk mewujudkan Sawahlunto sebagai kota wisata, di antaranya, mengundang pakar-pakar untuk mengkaji potensi wilayah sekaligus untuk merumuskan destinasi wisata.

"Ini dilakukan karena kami kekurangan sumber daya manusia," ujarnya di sela acara Pekan Produktif Kreatif Indonesia (PPKI) 2013, di Jakarta, Sabtu (30/11/2013).

Strategi berikutnya ialah menyelenggarakan workshop dengan seniman-seniman seperti perajin Samuel Watimena.

Kemudian, hal yang tak kalah penting dilakukan, menurut Amran, ialah meyakinkan masyarakat Sawahlunto bahwa kreativitas dapat mendatangkan manfaat ekonomi. Hal ini sejalan dengan prinsip perkembangan Kota Sawahlunto yang salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Jadi bukan hanya semata-mata meningkatkan pendapatan asli daerah," ujarnya.

Upaya ini, menurut Amran, berhasil. Terbukti dengan meningkatnya jumlah perajin songket dari semula 50 orang pada 2003 menjadi 700 orang pada 2013.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Patung pekerja tambang batu bara di Lubang Mbah Suro di Sawahlunto, Sumatera Barat.
Strategi lainnya, lanjut Amran, ialah mengembangkan berbagai obyek wisata yang bersifat spesifik dan unik. Obyek wisata itu di antaranya Waterboom Sawahlunto, Museum Gudang Ransum, Museum Mbah Suro (obyek wisata menyusuri terowongan batubara bawah tanah), dan Museum Kereta Api, serta reklamasi lahan bekas tambang untuk menjadi Taman Satwa.

Strategi ini, tambah Amran, berhasil meningkatkan jumlah pengunjung ke Sawahlunto, dari semula sekitar 15.000 orang pada 2005 menjadi 80.000 orang pada 2013.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Jalan Jalan
Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Travel Update
Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Travel Promo
Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Travel Tips
Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

Jalan Jalan
13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

Jalan Jalan
Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Jalan Jalan
Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Jalan Jalan
Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.