Kompas.com - 01/03/2014, 09:25 WIB
Bakmi Lethek Kang Sum di bekas pasar Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOBakmi Lethek Kang Sum di bekas pasar Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta.
EditorI Made Asdhiana
TAK sembarang mi. Mi lethek dari Bantul ini telah menjadi makanan khas kawula Mataram dari sejak dulu. Mi yang terbuat dari sari pati singkong ini bisa dinikmati tak jauh dari makam raja-raja Yogyakarta di Kawasan Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. Oh ya ”lethek” artinya kotor, tapi sungguh ini mi bersih dan higienis.

Di bawah temaram lampu neon, Sumardiono (52) atau Kang Sum, melayani pelanggan mi lethek. Berada di seberang Pasar Imogiri yang sudah runtuh akibat gempa tahun 2006, Warung Kang Sum tak pernah sepi pembeli. Ada saja pembeli yang berdatangan memesan mi lethek rebus, mi lethek goreng, hingga mi lethek magelangan yang dicampur nasi goreng.

Aroma olahan bumbu menyergap begitu Kang Sum mulai menumis bawang putih, kemiri, merica, dan garam. Sebutir atau dua butir telur bebek–tergantung dari permintaan konsumen– menambah sedap aroma. Meskipun menggunakan telur bebek, rasa mi lethek jauh dari kata amis. Masakan makin lezat dengan tambahan suwir daging ayam jago kampung.

Bahan baku utama berupa mi lethek yang sebelum dimasak sudah direndam dengan air panas diolah bersama tumisan bumbu. Kuah yang digunakan berasal dari kaldu ayam kampung yang dimasak lebih satu jam. Tak sampai lima menit, sepiring mi lethek sudah siap saji setelah ditaburi irisan daun bawang, tomat, kol, dan wortel.

Mi lethek dimasak di atas tungku anglo berbahan bakar arang batok kelapa. Penggorengan tebal yang digunakan untuk memasak segala menu pantang dicuci sebelum warung tutup. Hanya dibilas air matang seusai penyajian satu menu.

Sehari, dibutuhkan minimal 4 kilogram mi lethek kering, 100 butir telur bebek, dan 2 ekor ayam. Bahan itu bisa dimasak menjadi lebih dari 100 piring yang dijual Rp 10.000 per porsi. ”Resep rahasianya cuma doa,” kata Kang Sum.

Lethek=kotor

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebutan lethek muncul karena mi berbahan baku singkong ini berwarna keruh kecoklatan. Bandingkan dengan mi dari terigu berwarna kuning cerah. Kekeruhan warna mi lethek sekaligus menjadi jaminan bahwa mi bebas bahan pemutih. Tekstur mi lethek serupa dengan bihun, tapi lebih kenyal. Walaupun kurang menarik secara penampilan, banyak konsumen ketagihan dengan mi lethek di warung Kang Sum.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Sumardiono atau yang biasa di sapa Kang Sum melayani pelanggannya.
Mi lethek dibuat perajin di pelosok Kecamatan Srandakan, Bantul. Bahan baku dari pati singkong diproduksi dengan bantuan sapi. Maksudnya, tenaga seekor sapi dimanfaatkan untuk menggerakkan silinder sebagai alat pengaduk bahan baku mi. Bahan baku utama mi lethek yang diaduk-aduk terdiri dari tepung singkong serta gaplek atau singkong kering. Adonan selanjutnya dikukus di atas tungku. Setelah kadar airnya diatur, adonan dikukus lagi, dipotong, dicetak menjadi mi, lalu dijemur pada panas matahari.

Pada musim penghujan, proses penjemuran memakan waktu lebih lama. Akibatnya, produksi mi lethek pun berkurang. Untunglah, Kang Sum sudah terbiasa dengan pasokan kurang di musim hujan. Ia menyiasati dengan menyetok bahan baku mi kering. Meski tanpa pengawet, mi lethek kering bisa awet disimpan hingga lebih tiga bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Travel Update
Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Travel Update
Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Travel Update
Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.